Sepenggal Hikmah dari Jama'ah

267

[ Sepenggal Hikmah dari Kisah Jama'ah ]
 
(Baca sampai tuntas)
 
---
 
"Allah yang membuat mampu. Allah yang memberi pertolongan."
 
Itulah keyakinan kuat dari seorang kakek yang lahir pada tanggal 11 Desember 1939 ini.
 
Beliau sudah berusia 78 tahun. Kami eja sekali lagi (Tujuh Puluh Delapan Tahun). Tentu usia tersebut bukan lagi termasuk usia produktif yang mudah untuk wira-wiri kesana kemari.
 
Namun, baru pada usia tersebut Bapak ini dipanggil Allah menjadi tamu-Nya sebagai Mu'tamir (Orang yang Berumrah) pada keberangakatan beberapa minggu yang lalu bersama Batik Travel.
 
Tawar Pairan, nama beliau. Seorang pensiunan dari Perusahaan Timah di Bangka Belitung, yang kemudian menghabiskan sisa masa tuanya di kota Yogyakarta. Dikaruniai 6 orang anak yang sangat memperhatikan dan peduli kepada dirinya.
 
Bulan Desember lalu, kami dihubungi menantunya.
Lantas kami khususkan waktu untuk langsung mendatangi rumahnya dalam rangka mengurus administrasi dan syarat pendaftaran Umrah.
 
Beliau terlihat masih bugar. Kami tanya, "di usia sekian, apakah ada keluhan?"
"Tidak ada." jawabnya.
 
Walhamdulillah semua proses persiapan sedari membuat paspor dan suntik vaksin, kami dampingi. Segala persiapan kami komunikasikan. Mulai dari apa saja yang harus dibawa, apa saja yang harus disiapkan, mulai dari hati hingga fisik dan raga.
 
"Semua sudah oke. Mbah Tawar Pairan Siap diberangkatkan pada 1 Januari 2018 nanti," pikir kami.
 
---
 
Hingga tiba suatu saat, dimana kami jadi merasa deg-degan. (Ini deg-degan pertama)
 
Beberapa hari menjelang keberangkatan 1 januari, menantunya mengabari kalau Bapak sedang sakit, jadi memohon untuk ditunda keberangkatannya. Akhirnya kami cancel seat beliau, dan beberapa jam kemudian digantikan oleh jama'ah yang lain yang waiting list mendaftar.
 
Namun, Bapak Tawar Pairan bersikeras tidak ingin ditunda.
Apadaya, seat 1 Januari sudah habis. Tersisa keberangkatan terdekat pada 14 Januari 2018. Di tanggal tersebutlah beliau diberangkatkan.
 
Sebelum keberangkatan, kami adakan pendekatan. Kami dekati dari hati ke hati. Berbincang kesana kemari untuk menggali informasi. Ini SOP penting, agar ketika di tanah suci, tidak terjadi sesuatu yang diinginkan.
 
"DUG..DUG...DUG..DUG...DUG" jantung kami berdegup kencang.
 
Kami jadi deg-degan lagi...! (ini deg-degan kedua)
 
Mbah Tawar Pairan bercerita kalau dia jantungnya lemah. Tidak bisa kalau terlalu capek dan letih. Kalau kecapen, kumat jantungnya.
 
"Lah, bagaimana dengan thawaf dan sa'i nanti?", kami bertanya dalam hati.
 
Namun, dengan penuh keyakinan, beliau tuturkan, "Doakan, Mas. Semoga nanti bisa thawaf dan sa'i "alami" (tanpa pakai kursi roda)."
 
Kami diajari arti tauhid yang amat berarti; Yakin dan Tawakkal pada Allah, Rabbul Izzati.
 
---
 
Singkat cerita, tibalah hari untuk melaksanakan umrah.
 
Sesampainya tiba di Hotel Mekkah, Pembimbing dan Muthawwif tanyakan, "Apakah masih kuat untuk melanjutkan..?"
Beliau mengangguk dan menyatakan sanggup.
(Ini deg-degan kami yang ketiga)
 
Dengan terus memohon pertolongan Allah, -biidznillah- beliau bisa melanjutkan prosesi Umrah, Thawaf dan Sa'i beliau lalui. Kuat melanjutkan ibadah hingga tuntas. Masya Allah. Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah.
 
Walhmadulillah, kemarin sore (21/1), beliau baru saja tiba di Yogyakarta bersama 25 jama'ah lainnya yang dibimbing oleh Ustadz Ristiyan Ragil hafizhahullah. Semoga Allah memberkahinya dan menerima amal ibadahnya.
.
.
.
Dari kisah Mbah Tawar Pairan ini, kami mengambil hikmah :
"Allah yang membuat mampu. Allah yang memberi pertolongan."
 
---
 
Kawan,
Kami juga menunggu kisahmu... di keberangkatan selanjutnya...
Insya Allah Ta'ala...
 
PT Baitullah Tiga Kharisma (Batik Travel)
www.ptbatik.co.id
 
Jln Kaliurang km 5,5 gg. Pandega Mandala 23 Sleman DIY
0821 7886 9292 | 0857 1564 6011

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami