Adab Mengenakan Sandal

54

Adab Mengenakan Sendal

Islam adalah agama yang sempurna. Mulai dari Pemerintahan sampai tata cara bersuci setelah buang air pun diajarkan di dalam agama yang mulia ini. Pada kali ini, kita akan sedikit membahas mengenai tuntunan Rasulallah dalam mengenakan sandal. Di antara adab mengenakan sandal yang diajarkan Rasulallah Shallallahu'alaihi wa Sallam adalah

1. Mendahulukan kaki kanan saat memakainya dan mendahulukan kaki kiri saat melepasnya.

Hal ini didasarkan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulallah bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian mengenakan sandal hendaklah ia mendahulukan kaki kanannya, dan apabila ingin melepasnya, maka didahulukan kaki kiri. Hendaklah aki kanan yang didahulukan ketika memakainya dan mengakhirkannya ketika melepasnya.” (HR. Muttafaqun’alaihi)

Di antara petunjuk nabi dalam mengenakan sandal adalah mendahulukan kaki kanan ketika mengenakan dan mengakhirkannya ketika melepaskan. Mengapa demikian? Karena mengenakan sandal merupakan kebaikan yang dapat mengantarkan banyak manfaat bagi pelakunya. Selain itu, hal ini juga lah yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam, sebagaimana dalam hadits, “Nabi suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir, dan bersuci. (HR. Muttafaqun’alaihi)

2. Makruh Hukumnya Hanya Menggunakan Satu Sandal saat Berjalan

Makruh bagi seorang muslim mengenakan satu sandal saja ketika berjalan. Hal ini didasarkan pada sebuah Hadits yang berbunyi, “Janganlah salah seorang dari kalian berjalan hanya dengan mengenakan salah satu sendalnya saja. Hendaknya ia mengenakan keduanya atau melepas keduanya.” (HR. Muttafaqun’alaihi)

Al-Imam An-Nawawi dalam bukunya Syarh Shahih Muslim jilid XIV/62 mengatakan, “Ulama berkata, sebab makruhnya seorang berjalan hanya dengan mengenakan 1 sandal saja karena hal tersebut adalah perkara yang tidak wajar serta dapat menghilangkan kewibawaan. Karena hanya dengan mengenakan 1 sandal saja saat berjalan membuat kaki seseorang menjadi tinggi sebelah yang menyebabkan dirinya sulit untuk berjalan atau bahkan dapat membuatnya tergelincir dan terjatuh.

Kedua hal di atas merupakan adab seorang muslim ketika mengenakan sandal. Di dalamnya terdapat kebaikan bagi kita, yakni kita menyelisihi syetan dalam hal mengenakan sandal, lalu kita mencegah diri kita dari keburukan saat kita berjalan hanya mengenakan 1 buah sandal saja.

Permasalahan : ketika ditengah jalan sandal kita putus, apa yang harus kita lakukan?

Jawaban : hendaknya kita melakukan 2 hal, yaitu pertama kita memperbaikinya, apabila tidak bisa, maka kita lepaskan sandal yang berada di kaki yang lain, sehingga kita berjalan dengan bertelanjang kaki.

Point tambahan

Terkadang Rasulallah menyuruh umatnya untuk bertelanjang kaki ketika berjalan. Dari Abu Buraidah ia berkata, “Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk kadang-kadang bertelanjang kaki ketika berjalan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Maraji : Kitabul Adab

Penulis : Seno Aji Imanulloh

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Partner Kami