Belajar Menyembunyikan Amal dari Rabi’ bin Khutsaim –Rahimahullah-

92

Belajar Menyembunyikan Amal dari Rabi’ bin Khutsaim –Rahimahullah-

Siapa yang tidak mengenal Rabi’ bin Khutsaim, salah seorang ulama Tabi’in yang belajar langsung pada Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu’anhu. Nasabnya pun bersambung kepada Rasulallah ﷺ. Dia adalah seorang ulama besar pada zamannya. Seorang ulama besar kota Kufah. Banyak orang belajar kepada beliau. Dari mulai penduduk sekitar kota Kufah, sampai Negara-negara diluar Iraq juga berguru kepadanya.  Salah satu hal yang paling menonjol tentang dirinya adalah apa yang dibawakan oleh Imam Ibnul Jauzii dalam kitabnya Shifatush Shafwah juz 3 hal 61.

عن بكر بن ماعز قال : ما رُئي الربيع متطوعا في مسجد قومه قطّ إلا مرة واحدة

Artinya : “Dari Bakr bin Maiz ia berkata, aku tidak pernah melihat Rabi’ bin Khutsaim melaksanakan sholat sunnah di masjid kampungnya kecuali sekali saja.”

وعن سفيان قال : أخبرتني مُرّيّة الربيع بن خثيم قالت : كان عمل الربيع كله سرا ؛ إن كان ليجيء الرجل وقد نشر المصحف فيغطيه بثوبه

Artinya : “Dari Sufyan ia berkata, “Pembantu perempuan Rabi’ bin Khutsaim berkata kepadaku, “Semua amalan Rabi bin Khutsaim tersembunyi. Semisal pada saat ia membaca Mushaf, maka ketika ada orang yang mendatanginya, ia akan tutup mushaf tersebut dan ia masukkan ke dalam bajunya.”

lihatlah betapa mulianya akhlak beliau. apa yang beliau lakukan pastinya berlandaskan pada ketakutan kepada Allah amalnya tidak diterima karena terjangkiti riya. oleh karena itu, bagi kita yang masih sering membanggakan diri bahwa amal kita banyak, ibadah kita banyak, pekerjaan kita banyak, kita harus berkaca dari beliau. Seorang ulama besar namun beliau masih memperhatikan amalan sunnahnya. Beliau tidak ingin apa yang beliau kerjakan di dunia terbuang dan hancur sia-sia karena penyakit riya yang akan masuk ke dalam hatinya. Melalui 2 riwayat di atas, kita mendapatkan banyak pelajaran, Yaitu :

1. Menyembunyikan amal adalah cirinya orang-orang sholih. Sedangkan sebaliknya, menampakkan amal agar disanjung orang lain adalah cirinya orang-orang yang buruk.

2. Menjaga keikhlasan adalah perkara yang tidak mudah. Kita tidak tahu berapa lama beliau mendidik dirinya untuk menyembunyikan amalnya. Semata-mata beliau lakukan hal tersebut agar dapat ikhlas kepada Allah. Sedangkan kita tahu bahwa ikhlas adalah perkara yang sangat sulit. Namun begitu, betapa banyaknya orang yang bermudah-mudahan untuk menampakkan amalnya hanya demi mendapat pujian manusia.

3. Menjauhi riya. Riya merupakan penyakit hati yang berbahaya. Seseorang dapat terkena riya meskipun dirinya tidak menyadari. Oleh karenanya, dengan menyembunyikan amal, akan semakin mengecil kemungkinan seseorang terkena riya.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Partner Kami