Jangan Bersahabat Dengan Mereka

95

Jangan Bersahabat Dengan Mereka

Wasiat seorang alim kepada orang lain akan memberikan pelajaran yang berharga bagi penerimanya. Sebagaimana wasiat yang diberikan oleh seorang Ulama besar yang bernama Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, yang biasa dikenal dengan Ali Zainal Abidin kepada anaknya. Wasiat tersebut berbunyi,

Jangan berkawan dengan 5 golongan orang di bawah ini, dan jangan pula dijadikan teman safar :

1. Orang fasik. Karena ia akan mengorbankan kawannya demi sesuap nasi.

Orang fasik adalah orang yang tidak pantas dijadikan teman. Karena Allah saja ia maksiati, apalagi kita. Oleh karenanya Nabi melarang umatnya untuk berteman dengan mereka. Karena kebiasaan mereka dapat menular dengan cepat. Betapa banyak kita jumpai, orang yang dulunya baik, berteman dengan seorang yang gemar melakukan dosa, tidak betapa lama ia pun menjadi seperti kawannya. Oleh karenanya berhati-hatilah berteman dengan orang fasik.

2. Orang pelit. Karena ia tidak akan membantumu meskipun kamu sangat butuh.

Betapa banyak kita jumpai orang yang dahulu ketika susah, hidupnya melarat, minta kesana kesini, namun begitu telah berada, ia menjadi orang yang pelit. Maka orang seperti ini tidak pantas dijadikan teman. Karena seberapapun kita membutuhkan dirinya, dia tidak akan membantu kita. Bahkan justru mencemooh dan menghina kita.

3. Pembohong. Orang ini seperti fatamorgana. Ia menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh.

Maka kita tahu, pembohong adalah sebuah sifat yang tercela. Ia akan dengan mudah mengumbar kebohongan dimana-mana, mengadu domba antara kawan yang satu dengan yang lainnya. Serta menyebarkan fitnah dan berita dusta. Orang seperti ini tidak pantas dijadikan teman, karena bisa saja kita difitnah dan dijelek-jelekkan olehnya.

4. Orang bodoh. Dia bermaksud untuk berbuat baik kepada kawannya, namun justru malah menjerumuskannya.

Berteman dengan orang seperti ini adalah kesengsaraan. Meskipun maksud mereka baik, namun biasanya justru menjerumuskan kita ke jalan yang buruk. Kita telah melihat realita yang terjadi, betapa banyak orang bodoh justru menjerumuskan teman-temannya yang pintar ke dalam kubangan maksiat.

5. Pemutus tali silaturrahmi. Karena mereka telah Allah laknat dalam 3 ayat Al-Quran.

Bila seorang telah dilaknat Sang Pencipta, maka siapakah lagi yang dapat menyelamatkannya. Allah ﷺ telah melaknat mereka yang memutus tali silaturrahmi dalam 3 ayat-Nya, yaitu :

Allah ﷻ berfirman dalam QS Ar-Ra’du : 25 

وَ الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللهِ مِنْ بَعْدِ مِيْثَقِهِ وَ يَقْطَعُوْنَ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَنْ يُوْصَلَ وَ يُفْسِدُوْنَ فِي الْأَرْضِ أُوْلَئِكَ لَهُمْ اللَّعْنَةُ وَ لَهُمْ سُوْءُ الدَّارِ

Artinya : “Dan mereka orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diucapkan, lalu ia memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, kemudian ia berbuat kerusakan di muka bumi,mereka akan mendapatkan laknat dan tempat kembali yang buruk (Jahannam).” (QS. Ar-Ra’du : 25)

 

Allah ﷻ berfirman dalam QS Muhammad 22-23

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوْا فِي الْأَرْضِ وَ تُقًطِّعُوْنَ أَرْحَامَكُمْ. أُوْلَئكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمْ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَ أَعْمَئآ أَبْصَارَهُمْ

 

Artinya :

22. Maka sekiranya kamu berkuasa di muka bumi, kamu akan membuat kerusakan di dalamnya dan memutuskan hubungan kekerabatan?

23. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan laknat Allah, kemudian mereka dibuat tuli pendengarannya dan dibutakan penglihatannya.

 

Allah ﷻ berfirman dalam QS Al-Baqarah : 27

وَ الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللهِ مِنْ بَعْدِ مِيْثَقِهِ وَ يَقْطَعُوْنَ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَنْ يُوْصَلَ وَ يُفْسِدُوْنَ فِي الْأَرْضِ أُوْلَئكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ

 

Artinya : Mereka adalah orang-orang yang melanggar penjanjian dengan Allah ﷻ setelah perjanjian tersebut disahkan. Mereka pula memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambung serta berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al-Baqarah : 27)

 

Kelima golongan tersebut tidaklah pantas dijadikan teman. Karena di dunia mereka tidak dapat menolong kita, apalagi diakhirat. Di duni mereka menjerumuskan kita ke dalam kubangan maksiat, maka di akhirat mereka akan mencelakakan kita dengan menyeret kita ke dalam neraka.

Selamat mencari sahabat seiman yang sejati, semoga persahabatan kita bermuara di surga.

 

 

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami