Mengenalkan Allah Kepada Anak, Melalui Contoh Sederhana

272

Mengajari anak adalah sebuah proses yang tak kenal bosan dan henti. Karena mereka membutuhkan asupan ilmu dan informasi yang tak berbatas. Masa kanak-kanak adalah masa keemasan untuk menanamkan nilai-nailai. Mereka mudah sekali menangkap, menghafal dan memahami.

Oleh karenanya, Hasan Al Bashri menuturkan, “Belajar di waktu kecil, bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air.”

Masa kanak-kanak adalah masa keemasan. Sudah selayaknya kita menanamkan nilai tauhid kepadanya. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan anak kecil tentang Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

“Wahai Nak, Jagalah Allah, Niscaya ia akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi)

---

Kita bisa mengajarkan anak-anak kita tentang Allah, melalui contoh-contoh sederhana.

Misal ketika turun hujan; kita terangkan kepada anak bahwa yang menurunkan hujan adalah Allah. Hujan adalah karunia Allah yang dengannya menjadi perantara manusia bisa minum air, tanaman jadi tumbuh, buah-buahan manis jadi bisa dimakan, dan sebagainya. Sehingga tiap melihat hujan, anak akan jadi teringat bahwa ada Allah yang menurunkannya.

Ketika sedang makan buah, misalnya. Kita jelaskan pada anak bahwa buah ini bisa sampai di tangan kita adalah karena karunia Allah dan kebaikan-Nya yang sangat luar biasa.

“Nak, Buah manis yang ada di tangan kita sekarang ini, adalah jerih payah dari banyak pihak, atas izin Allah. Di sana, ada banyak sekali orang-orang yang terlibat dan membuat buah ini sampai di tangan kita. Aada orang yang menyemai biji dan bibitnya. Ada petani yang menanamnya. Ada orang yang membelinya dari petani kemudian menjualnya ke pasar. Ada juga supir yang mengangkutnya. Ada kuli panggul yang menggotongnya dan ada juga penjual di pasar hingga kita membeli darinya.”,

“Nak, Allah yang Maha Pemberi itu, menakdirkan kebaikan kepada kita, hingga memberikan buah ini siap disantap oleh kita, setelah melalui proses yang sedemikian rupa. Maka, selayaknyalah tatkala memakan buah ini kita mengucap nama Allah, dan kemudian kita setelah menyantapnya, kita memuji Allah.”

---

Masya Allah, melalui benda-benda sederhana di sekitar kita, kita bisa mengenalkan Allah pada anak kita. Anak-anak pun akan semakin cinta pada pencipta-Nya.

Kami jadi teringat, ada sebuah kisah. Disebutkan bahwa ada seorang ayah yang pulang ke rumahnya sembari membawakan buah-buahan untuk keluarganya. Lantas tetiba, ketika anaknya melihat buah-buahan, anak-anaknya spontan mengatakan, “Aku Cinta Rabb-ku.”

Hanya dengan melihat buah-buahan, anak-anak jadi makin mencintai Allah. Sebab apa? Karena orang tuanya telah mengenalkan Allah sedari belia, melalui contoh-contoh sederhana.

Mari kita kenalkan Allah pada anak-anak kita.

Ayah dan Bunda,  Selamat mencoba!

--

Kak Erlan,
Jum’at, 4 Rabiul Akhir 1439, @ Kantor Batik Travel.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami