Siapa Temanmu?

64

Siapa Temanmu?

Alhamdulillah wa Shalatu wa Salamu 'ala Rasulillah.

Setiap manusia menghendaki teman yang terbaik dalam hidupnya. Siapapun dirinya. Seburuk apapun perilakunya dia tetap menginginkan teman yang terbaik. Karena fitrahnya manusia ingin merasakan kebaikan untuk dirinya dari orang lain. Oleh karena itu, seorang penjahat kelas kakap pun menginginkan memiliki teman yang terbaik. Maka jika penjahat saja ingin memiliki teman yang baik, bagaimanakah lagi dengan orang yang dasarnya memang baik. Tentu mereka akan memilih teman yang terbaik untuk menjalani kehidupannya.

Perintah memiliki teman yang baik adalah perintah Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Dalam firmannya, Allah ﷻ mengatakan,

الأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِيْنَ

Artinya : “Orang-orang yang bersahabat pada hari itu akan bermusuhan, kecuali orang yang bertaqwa. (QS. Az-Zukhruf : 67)”

Dalam tafsir jalalain hal 505 dikatakan yang dimaksud الأَخِلَّآءُ pada ayat ini adalah orang-orang yang bersahabat dalam kemaksiatan pada hari kiamat akan bermusuhan. Adapun orang-orang yang bersahabat dalam ketaatan kepada Allah maka mereka adalah teman sampai nanti hari kiamat.

Begitu pun Nabi kita Muhammad ﷺ memotivasi umatnya untuk memilih teman yang terbaik. Beliau bersabda,

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Artinya : “Engkau bersama orang yang kau cintai.” (HR. Muttafaqun’alaihi)

Tatkala mendengar hadits ini, sahabat Anas bin Malik Radiyallahu’anhu berkata, “Setelah aku masuk ke dalam islam, maka tidak ada hal yang paling membahagiakan diriku melainkan mendengarkan hadits ini. Aku mencintai Rasulallah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar. Serta aku berharap bisa membersamai mereka meski amalku tidak seperti amalan mereka.

Begitu besar pengaruh memiliki sahabat yang baik. Sampai-sampai Anas bin Malik bergembira mendengar hadits mengenai persahabatan ini.

Kemudian muncul pertanyaan bagaimanakah kriteria sahabat yang baik itu?

Sahabat yang baik sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Sufyan Ats-Tsauri berikut,

Dari Yahya bin Yaman, dia mengatakan, Sufyan menceritakan kepada kami, dia mengatakan, “Isa putra Maryam mengatakan, ‘Dekatkanlah diri kalian kepada Allah dengan membenci ahli kemaksiatan, dan carilah keridhaan Allah dengan menjauhi mereka.” Mereka bertanya, “Kepada siapakah kita bergaul?” Dia menjawab, “Yaitu orang yang jika kalian melihatnya, ia dapat mengingatkan kalian kepada Allah, yang dengan perbuatanya memotivasi kalian untuk menyukai akhirat, dan orang yang ucapannya menambah ilmu kalian.” (Hilyatul Auliya 7/46)

Sejatinya, teman seperti inilah yang harus kita cari. Seorang teman yang bila melihatnya akan mengingatkan kita pada Allah dan perkara akhirat. Seorang teman yang perbuatannya memotivasi kita untuk terus menjadi manusia yang baik. Bukan sekedar teman yang membenarkan segala apa yang kita lakukan, namun teman yang bisa memberikan nasehat dan peringatan di kala kita salah dan alpha. Begitu juga seorang teman yang ucapannya dapat menambah keilmuan kita tentang Allah dan akhirat. Bukan sekedar dunia..dunia dan dunia...

 

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami