Tetaplah Tersenyum Wahai Ayah dan Bunda

286

# Bahan Senyum Untuk Ayah dan Bunda #

 

Mencoba menulis sehabis hujan gerimis. Katanya dari sisa mendung dan genangan air, akan lahir perenungan mendalam. Sembari memandang jauh ke jendela Kantor, kami jadi teringat tentang kejadian akhir-akhir ini.

Berstatus menjadi “orang tua baru” adalah sebuah amanah, kenikmatan sekaligus tantangan tersendiri. Ada kelelahan, pengorbanan, kesabaran, perjuangan dan ketegaran disana. Itulah faktanya.

Selalu kepingin digendong dan diajak main, kalau sudah merangkak kepinginnya kesana kemari, rumah yang butuh waktu berjam-jam untuk dirapihkan lantas tetiba  beberapa menit kemudian jadi berantakan kembali. Tak ketinggalan juga momen rewelnya anak ketika malam hari. Apalagi ketika anak sedang sakit. Hmm, benar-benar itu semua  merupakan perjuangan luar biasa. Terutama buat Ummi-nya. Kalau bapake mah, ketika malam kadang suka bablas tidurnya, haha..  : )

---

Ketika melihat senyum ceria di hadapan wajah kita, -sebagai orang tua - pada detik itu juga, hilang capek seketika. Setelahnya? Ya, Kerasa lagi capeknya. Haha..

Ketika anak merindukan dan menyambut kehadiran kita, -sebagai orang tua- pada saat itu juga, merasa telah menjadi manusia berguna. Maklum, selama ini merasa hanyalah sebagai butiran marimas berceceran dan sudah kadaluwarsa.

Kembali lagi bercerita soal ‘jatuh-bangunnya’ dalam me'momong' anak.

Terkesan memang anak itu seperti merepotkan. Namun, naluri orang tua itu memang sudah terlatih untuk memenuhi segala kebutuhan ketika sedang direpotkan. Jadi memang, tidak sepatutnya kita menyerah dan putus asa dengan keadaan.

Kelak anak-anak kitalah yang akan menjadi investasi kita, mendoakan ampunan buat kita di saat kita sudah tidak lagi berdaya. Bahkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ada orang-orang yang terheran-heran dengan derajat dirinya yang terangkat di surga.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga,” maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab: “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu” (Sunan Ibnu Majah)


---

Ayah dan Bunda, lelahnya kita hari ini, Insya Allah kan berbuah kenangan manis di keesokan harinya. Mari tetap semangat menjadi orang tua. Lagipula, Bukankah kelak Malaikat kan mendoakan kita…?

رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِي وَعَدتَّهُمۡ وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَأَزۡوَٰجِهِمۡ وَذُرِّيَّٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٨

“Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ´Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ghafir : 8)

 

Semoga… Insya Allah Ta’ala.

---

Jogja, 15 Desember 2017

Al Faqir Ilaa Maghfirati Rabbih

Kak Erlan Iskandar,

   

 

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami