Aqidah Ahlus Sunnah Imam Al Humaidy (13) : Mendoakan Ampunan Untuk Sahabat Nabi

32

Imam Al Humaidy mengatakan:

Tidaklah kita diperintahkan kecuali untuk memintakan ampunan untuk mereka

============================================

 

Maknanya adalah sebagaimana perkataan Ummul Mukminin ‘Aisyah r.a

أُمِروا أن يستغفروا لهم

“Mereka diperintahkan untuk beristighfar bagi para sahabat”, sebagimana firman-Nya:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Allah ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami ada kedengkian kepada orang-orang yang beriman, sesungguhnya engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS Al Hasyr: 10)

Asy Syaukani mengatakan: “Maka siapa yang tidak memohonkan ampun untuk para sahabat secara umum, dan tidak memintakan keridhaan Allah untuk mereka, maka ia telah menyelisihi perintah Allah kepadanya dalam ayat ini, dan jika ia dapati dalam hatinya terdapat kedengkian pada mereka, maka ia telah terkena waswas dari syaithan.”

Asy Sya’bi mengatakan: "Kaum Yahudi dan Nasrani unggul dibandingkan Syi’ah Rafidhah dalam dua karakteristik:

Yahudi ditanya, siapakah yang terbaik dari penganut agamamu? Mereka menjawab: para sahabat Musa. Adapun Rafidhah ketika ditanya: Siapakah yang terburuk di agamamu? Mereka menjawab: Para sahabat Muhammad.

Nasrani ditanya, siapa yang terbaik dari penganut agama kalian? Mereka menjawab: Para pembantu ‘Isa. Adapun Rafidhah ketika ditanya: Siapa yang terburuk di agamamu? Mereka menjawab: Para pembantu Muhammad.

Mereka diperintahkan untuk beristighfar untuk para sahabat, namun malah mencela mereka. Maka pedang senantiasa terhunus untuk mereka sampai hari kiamat.

Mereka tidak punya pijakan yang kokoh, mereka juga tidak punya bendera, tak pula mereka bersatu dalam satu kalimat. Doa mereka tertolak, dan perkumpulan mereka terpecah belah. Setiap kali mereka menyalakan api permusuhan, Allah ‘Azza Wajalla memadamkannya."

Abu Muhammad Abdurrahman bin Abi Hatim mengatakan:

“Aku bertanya pada ayahku dan Abu Zur’ah mengenai madzhab Ahlus Sunnah dalam masalah ushuluddin (pokok agama), dan yang beliau berdua dapati dari para ulama di setiap tempat, dan apa yang mereka yakini dalam hal itu, maka mereka menjawab: Kami mendapati ulama di setiap tempat, baik itu Hijaz, Irak, Syam, dan Yaman, maka inilah madzhab mereka:… Dan manusia terbaik umat ini setelah Nabi mereka ‘alahish shalatu wassalam adalah Abu Bakr Ash Shiddiq, kemudian ‘Umar ibnul Khaththab, kemudian ‘Utsman bin ‘Affan, kemudian ‘Ali bin Abi Thalib –‘alaihimussalam -, merekalah para khalifah yang lurus dan diberi petunjuk. Dan bahwa sepuluh orang yang Rasulullah sebut namanya dipersaksikan oleh beliau dengan surga, dan perkataan Rasulullah adalah haq (benar). Dan wajib untuk mendoakan rahmat bagi seluruh sahabat Muhammad, serta menahan diri dari perselisihan yang terjadi di antara mereka.”

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami