Aqidah Ahlus Sunnah Imam Al Humaidy (19) : Melihat Allah di Hari Kiamat

39

Imam Al Humaidy berkata:

Dan membenarkan bahwa Allah akan dilihat setelah kematian. (1)

 

================================================

 

(1) Perkataan beliau di atas bersambung dari yang sebelumnya, yaitu: Termasuk dari sunnah adalah membenarkan bahwa kaum mukminin akan melihat Rabb-Nya pada hari kiamat kelak. Dan dalil-dalil dalam masalah ini telah mutawatir (sangat banyak), di antaranya:

Firman Allah Ta’ala:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ . إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Pada hari itu wajah-wajah mereka berseri-seri, kepada Rabb-nya mereka memandang”

(QS Al Qiyamah 22-23)

Dan firman Allah Ta’ala:

كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya pada hari itu mereka akan terhijab dari Rabb mereka”  (QS Al Muthaffifin 15)

Jika para wali Allah terhalangi dari memandang Allah Ta’ala, maka keutamaan apa lagi yang mereka dapatkan  di atas musuh-musuh Allah?

Dan firman Allah Ta’ala:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (yaitu surga) dan tambahannya.” (QS Yunus 26)

Tambahan yang dimaksud adalah kenikmatan memandang Allah Jalla Jalaluh. Nabi sendiri menjabarkannya sebagaimana dalam hadits Shuhaib, bahwa beliau bersabda:

“Ketika penghuni surga memasuki surga, Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman: “Apakah kalian menginginkan sesuatu, akan Aku akan tambahkan untuk kalian?” Mereka menjawab: “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?” Maka Allah pun membuka hijab-Nya, maka mereka pun tidaklah diberi suatu pemberian yang lebih mereka cintai daripada memandang Rabb mereka, kemudian Rasulullah membaca firman-Nya:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (yaitu surga) dan tambahannya.” (QS Yunus 26)

Dari Jarir bin Abdullah, beliau berkata, Nabi bersabda: “Sesungguhnya kalian akan meihat Rabb kalian dengan mata kepala kalian”

Dan dari Abu Sa’id Al Khudri beliau berkata: Sekelompok orang di masa Rasulullah berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita di hari kiamat?”, Beliau menjawab: “Benar.”

Dan dari Abu Hurairah, bahwa orang-orang bertanya kepada Nabi: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita di hari kiamat?” Maka beliau menjawab: “Apakah kalian merasa ragu ketika melihat bulan di malam purnama tanpa ada awan yang menghalanginya?” Mereka menjawab: “Tidak wahai Rasulullah”. Beliau berkata lagi: “Apakah kalian merasa ragu ketika melihat matahari ketika tidak ada awan yang menutupinya?” Mereka menjawab: “Tidak.”. Beliau bersabda: “Demikian pula kalian akan melihat Rabb kalian (yaitu dengan jelas tanpa keraguan)”.

Abu Muhammad Abdurrahman bin Abi Hatim mengatakan: “Aku bertanya pada ayahku dan Abu Zur’ah mengenai madzhab Ahlus Sunnah dalam masalah ushuluddin (pokok agama), dan yang beliau berdua dapati dari para ulama di setiap tempat, dan apa yang mereka yakini dalam hal itu, maka mereka menjawab: Kami mendapati ulama di setiap tempat, baik itu Hijaz, Irak, Syam, dan Yaman, maka inilah madzhab mereka… Dan bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala akan dilihat di akhirat, para penghuni surga akan melihatnya dengan mata mereka”

Abul Hasan Al Asy’ari mengatakan: “Para salaf bersepakat bahwa orang beriman akan melihat Allah ‘Azza Wajalla pada hari kiamat dengan mata dan wajah mereka sebagaimana dikabarkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ . إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Pada hari itu wajah-wajah mereka berseri-seri, kepada Rabb-nya mereka memandang”

(QS Al Qiyamah 22-23)

Al Hafizh Abdul Ghaniy Al Maqdisi mengatakan: “Ahlul haq bersepakat, dan juga para ahli tauhid wash shidq, bahwa Allah Ta’ala akan dilihat di akhirat, sebagaimana hal itu terdapat dalam kitab-Nya (Al Quran), dan juga telah shahih dari Rasulullah.”

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami