Aqidah Ahlus Sunnah Imam Al Humaidy (20) : Bantahan Terhadap Mu'tazilah Dalam Masalah Rukyatullah

84

Dalam rangka menolak aqidah bahwa Allah Ta’ala akan dilihat di hari kiamat, Mu’tazilah berdalil dengan sejumlah dalil, dan yang terkuat di antara dalil-dalil tersebut ada dua dalil, yaitu:

Pertama: Firman Allah Ta’ala:

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ

“Dia tidaklah dicapai oleh penglihatan” (QS Al An’am 103)

Mereka berkata: Ayat ini menafikkan kemungkinan dilihatnya Allah secara mutlak.

Jawaban atas hal itu adalah bahwa hal itu adalah penafikan untuk al-idrak (mencapai), bukan ru’yah (melihat). Dan ada perbedaan antara ru’yah dengan idrak. Maka al-idrak adalah sesuatu yang bersifat tambahan atas penglihatan. Misalnya, kita katakan: Kita melihat bulan, namun tidak mencapainya, sebagaimana firman Allah:

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah para pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". (Asy Syu’ara 61)

Dan tidak ternukil dari seorangpun di kalangan sahabat baik dari jalur yang shahih maupun dha’if bahwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah peniadaan ru’yah di akhirat.

Kedua: Firman Allah Ta’ala:

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي

Dan ketika Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabb-nya telah berfirman kepadanya, maka berkatalah Musa: "Ya Rabbku, tampakkanlah diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat-Mu". Allah berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku" (QS Al A’raf 143)

Mereka berkata: Kata “Lan (tidak akan)” di sini memberikan faidah an nafyu al muabbad (peniadaan kemungkinan untuk selamanya).

Kita jawab kepada mereka dari empat sisi:

Sisi pertama: Bahwa “lan (tidak akan)” tidaklah bermakna penafikan selamanya berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ada di Al Quran dan kaidah bahasa Arab. Adapun petunjuk dari Al Quran contohnya adalah ketika Allah Ta’ala menghikayatkan tentang orang-orang kafir yang mereka tidak akan pernah berharap untuk mati. Allah berfirman:

وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا

“Dan mereka sekali-kali tidak akan menginginkan kematian itu selamanya” (QS Al Baqarah 95)

Akan tetapi Allah Ta’ala kemudian berfirman bahwa mereka akan mengharapkan kematian:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

Mereka berseru, "Hai Malik biarlah Rabbmu mencabut nyawa kami saja". Dia menjawab: "(Tidak), kamu akan tetap tinggal di neraka ini". (QS Az Zukhruf 77)

Adapun secara kaidah bahasa Arab, maka tidak ada seorangpun imam dalam ilmu bahasa Arab yang mengatakan seperti yang mereka katakan, bahwa penafikan “Lan” bersifat ta’biid (selamanya) secara mutlak, kecuali hanya Az Zamakhsyari dari kalangan mutaakhirin, yang mengatakan hal itu dalam rangka mempromosikan madzhab Mu’tazilah-nya, dan pengingkarannya terhadap sifat-sifat Allah ‘Azza Wajalla. Para imam ahli tafsir telah membantahnya semisal Ibnu Katsir dan yang lainnya. Ibnu Malik dalam Kaafiyah beliau membantahnya pula, dengan perkataan:

وَمَنْ رأَى النَّفْيَ بِلَنْ مُؤَبَّدًا

فَقَوْلُهُ ارْدُدْ وَسِوَاهُ فَاعْضُدَا

“Siapa yang berpendapat bahwa “lan” bermakna selamanya, maka perkataannya ditolak, dan dukunglah perkataan selainnya”

Sisi kedua: Bahwa Musa lebih mengetahui tentang Rabb-Nya daripada selain beliau. Dan beliau mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh bagi Allah Ta’ala.

Sisi ketiga: Bahwa Allah mengaitkan antara penglihatan kepada-Nya dengan tetap tegaknya gunung yang ada di ayat tersebut. Seandainya melihat-Nya adalah sesuatu yang tidak memungkinkan secara mutlak, maka tentu Allah akan langsung menafikkan bahwa Dia tidak dapat dilihat sama sekali. Allah berfirman:

فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي

“Jika gunung itu tetap tegak berdiri, maka kau akan bisa melihat-Ku” (QS Al A’raf 143)

Sisi keempat: Bahwa Allah Ta’ala tidak mengingkari perbuatan Nabi Musa yang bertanya tentang kemungkinan melihat-Nya. Maka hal ini menunjukkan akan mungkinnya melihat Allah Ta’ala.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami