Aqidah Ahlus Sunnah Imam Al Humaidy (27) : Kafirnya Orang yang Mengingkari Kewajiban Rukun Islam

50

Imam Al Humaidy mengatakan: “Akan tetapi yang kafir itu hanyalah jika ia meninggalkan lima perkara yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Islam dibangun di atas lima hal, yaitu syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.”

=====================================

Penulis, yaitu Imam Al Humaidy -rahimahullah-, berdalil dengan hadits ini dalam rangka menghukumi kekafiran orang yang meninggalkan salah satu dari lima rukun yang tersebut di atas, yaitu: Dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan haji. Dan para ulama telah sepakat atas kafirnya orang yang meninggalkan pengucapan dua kalimat syahadat sedangkan ia mampu mengucapkannya.

Syaikhul Islam mengatakan: “Adapun dua kalimat syahadat, maka jika ia tidak mengucapkannya sedangkan ia mampu, maka dia kafir dengan kesepakatan kaum muslimin, dan kafir secara lahir dan batin menurut salaful ummah, para imam mereka, dan mayoritas ulama mereka”

Adapun rukun Islam yang empat selain dari Syahadatain, maka terdapat perincian sebagai berikut:

Siapa yang meninggalkan salah satu dari rukun yang empat karena mengingkari kewajibannya atau karena menyombongkan diri darinya, maka dia kafir menurut kesepakatan ulama.

Ibnu Qudamah mengatakan: “Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang kekafiran orang yang meninggalkannya (yaitu shalat) karena mengingkari kewajibannya, jika hal tersebut tidaklah asing bagi orang semisal dirinya.

Adapun bagi yang tidak mengetahui kewajibannya, seperti orang-orang yang baru masuk Islam, atau tumbuh di lingkungan yang bukan negeri Islam atau di pedalaman yang jauh dari kota dan peradaban serta para ulama, maka tidak dihukumi kafir. Dan orang ini kemudian diberitahu, dan dijelaskan baginya dalil-dalil tentang kewajibannya. Jika setelah itu dia mengingkari kewajibannya, maka dia kafir.

Adapun jika yang mengingkari kewajibannya itu tumbuh di negeri yang terdapat para ulama, maka dia dikafirkan cukup dengan sebab pengingkarannya.

Demikian pula dengan rukun Islam yang lain seperti zakat, puasa dan haji. Karena itu semua adalah pondasi Islam, dan dalil-dalil kewajibannya nyaris tidak samar lagi, karena Al Quran dan Sunnah dipenuhi dengan dalil-dalil tersebut. Dan Ijma’ dalam hal inipun telah valid. Maka tidaklah ada yang mengingkarinya kecuali ia orang yang membangkang kepada Islam, dan menolak untuk mewajibkan dirinya tunduk pada hukum-hukum Islam, dan dia tidak termasuk yang menerima Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya, dan juga kesepakatan umat beliau.”

Imam An Nawawi mengatakan: “Adapun orang yang meninggalkan shalat, jika karena mengingkari kewajibannya, maka dia kafir berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, dan keluar dari agama Islam. Kecuali jika dia dekat dengan zaman bermulanya Islam dan dia tidak bergaul dengan kaum muslimin supaya ada kesempatan untuk menyampaikan kepadanya kewajiban shalat.”

Ibnu Hubairah mengatakan: Mereka (yaitu imam empat madzhab) bersepakat bahwasanya siapa yang menolak kewajiban zakat bagi dirinya karena menghalalkan perbuatan tersebut, tidak meyakini kewajibannya, maka dia kafir, yaitu jika dia bukan termasuk yang berada di masa permulaan tersebarnya Islam. Adapun jika ia termasuk yang hidup di masa tersebut, maka ia diberitahu dan diberi pencerahan akan hal tersebut. Jika ia masih tidak mengakui kewajibannya, maka dia dibunuh karena kafir setelah diminta bertaubat”

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami