Siapa Idolamu?

34

Idola adalah: Sesuatu yang sangat dicintai dan dikagumi. Kadang kecintaan dan kekaguman itu sampai pada tingkatan mengagungkannya. Sehingga tidaklah mengherankan jika dalam bahasa Inggris, idol berarti sesembahan/berhala. Hal ini mencocoki definisi thaghut bahwa ia adalah segala sesuatu yang dicintai dan ditaati melebihi batasannya.

Kenapa manusia cenderung mengidolakan orang lain? Karena kita butuh sosok untuk dikagumi lalu ditiru. Sejak kecil kita memang terbiasa meneladani orang lain, baik itu orang tua, guru, kakak, atau yang lainnya. Kita menganggap mereka lebih baik dan sempurna dari kita sehingga kita kagum dengan mereka, lalu kita meniru mereka.

Oleh karena itu tidak berlebihan seandainya dikatakan: idola kita menentukan siapa diri kita.

Orang yang hobi sepakbola, akan mengidolakan pemain bola. Orang yang hobi musik akan mengidolakan pemusik, dan lain sebagainya. Semua itu karena memang seseorang cenderung akan cocok dengan yang setipe. Rasul bersabda:

الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

"Ruh-ruh itu berkelompok. Mereka yang cocok akan berkumpul, dan yang tidak cocok akan berselisih"

Mengapa memilih idola begitu penting?

1. Karena mereka yang kita cintai akan menjadi teladan kita, akan kita ikuti dan sedikit banyak akan membentuk siapa diri kita. Oleh karena itu Allah menjadikan peneladanan sebagai bukti dari sebuah cinta. Allah berfirman dalam QS Ali Imran 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوني‏ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللهُ غَفُورٌ رَحيمٌ

"Katakanlah (wahai Muhammad) : Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Al­lah adalah Maha pengampun lagi Penyayang"

Dan sebaik-baik teladan adalah Nabi, sebagaimana firman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir, dan banyak mengingat Allah" 

Dan sungguh telah terhimpun pada diri Rasulullah sifat-sifat yang terpuji seperti jujur dalam ucapan, malu, dermawan, pemberani, berwibawa, lemah lembut, memuliakan anak yatim, menjaga diri dari perkara yang mendatangkan maksiat, dan lain-lain.

Begitu pula Allah memerintahkan kita untuk meneladani Nabi Ibrahim:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ 

"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaumnya: Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah.."

Allah juga menceritakan keteguhan para Nabi dalam menyampaikan dakwah, pun agar kita meneladani keteguhan mereka dalam berdakwah.

 

2. Karena kita akan dikumpulkan dengan orang yang kita cintai

Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa seorang laki2 bertanya kepada Nabi:

يَا رَسُولَ اللّهِ, كَيْفَ تَرَىَ فِي رَجُلٍ أَحَبّ قَوْماً وَلَمّا يَلْحَقْ بِهِمْ

"Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika seseorang mencintai suatu kaum namun belum pernah menjumpai mereka?"

Beliau menjawab:

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبّ

"Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai"

(HR Muslim)

Maka siapa yang ingin dikumpulkan bersama Nabi, dan orang-orang shalih, maka hendaknya mengidolakan mereka.

Wallahu a'lam.

 

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami