[ Semoga Umrah Kita Diterima Allah Ta'ala ]

87

[ Semoga Umrah Kita Diterima Allah Ta'ala ]
 
Beberapa waktu yang silam, baru saja kita tunaikan ibadah yang penuh dengan keutamaan; yakni ibadah umrah.  Ada rasa haru, bahagia, dan berlimpah kesyukuran karena kita bisa mengunjungi dua tanah haram; Mekkah dan Madinah.
Alhamdulillah, kita bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan dimana kita-lah hamba yang dipilih Allah sebagai tamu-Nya.
 
Namun saudaraku sekalian, di sela syukur dan bahagia tersebut harus ada rasa takut dan khawatir; apakah amalan umrah yang kita tunaikan diterima ataukah tidak oleh Allah Ta’ala.
 
Allah Ta’ala berfirman,
 
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ
“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al Mu’minun : 60)
 
Setelah mendengar ayat ini, lantas Bunda Aisyah Radhiyallah ‘anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah (orang yang takut, yang dimaksud ayat tersebut) adalah orang yang minum khamr, berzina dan mencuri..?”
 
Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, wahai putrinya Abu Bakar Ash Shiddiq, akan tetapi yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah mereka yang berpuasa, menunaikan shalat, dan bersedekah dalam keadaan takut jika amalan ibadah yang mereka lakukan tidak diterima Allah Ta’ala. Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan.” (HR. Tirmidzi No. 3175)
 
Saudaraku sekalian, orang yang beriman adalah orang yang di dalam hatinya merasa takut jika amalan yang telah dikerjakan tidak diterima, sehingga perasaan khawatir semacam inilah yang membuat mereka jadi semakin bersegera untuk melakukan amalan kebaikan yang lainnya dalam rangka memperbanyak kemungkinan diterimanya amalan mereka.
 
Hasan Al Bashri menuturkan, “Sesungguhnya orang yang beriman itu menggabungkan “ihsan” dan “kekhawatiran” di dalam dirinya. Sedangkan orang munafiq di dalam dirinya terdapat rasa bermudah-mudahan berbuat keburukan dan berangan-angan.” (Tsamaratul Ilmi Al Amal, Hal. 16)
 
---
 
Siapa kita jika dibandingkan dengan Nabi Ibrahim ‘alaihi wa sallam yang beliau begitu istimewa amalnya namun masih saja merasa khawatir amalnya tidak diterima.
 
وَإِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَإِسۡمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 127)
 
Tatkala membaca dan merenungi ayat ini, Wuhaib Ibnul Warad rahimahullah seketika menangis dan bertutur, “Wahai kekasih Ar Rahman (Ibrahim ‘alaihis salam), engkau adalah orang yang membangun pondasi rumahnya Ar Rahman, akan tetapi justru engkau masih saja merasa khawatir amalanmu tidak diterima."
 
Mari jama’ah sekalian, jangan pernah bosan untuk berdoa agar Allah menerima ibadah umrah kita dan amalan ibadah lainnya.
 
Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk berumrah lagi di kesempatan berikutnya. Aaamiin.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami