Anak Terbuang

58

Anak Terbuang

Salah satu tugas berat orang tua adalah memastikan anaknya mendapatkan pendidikan agama yang baik. Termasuk di dalamnya memilihkan guru yang terbaik dalam hal agama, muamalah, aqidah, dan metode beragama yang sesuai dengan perintah Rasulallah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para sahabatnya, sehingga diharapkan anak tersebut dapat menjadi seorang yang benar-benar memahami agama islam ini dengan baik. Oleh karena itu, sebagian orang tua memilih pondok pesantren sebagai alternatif tempat untuk mendapatkan pendidikan agama yang baik.

Sebagian kasus yang terjadi, orang tua bersemangat dalam memasukkan anak-anaknya di pondok pesantren, namun anak tersebut tidak mau menuruti perintah orang tuanya. Maka pelajaranpun tidak beres, sering menghilang dari kelas, dan membuat banyak masalah. Akhirnya siswa tersebut dikeluarkan oleh pihak pondok pesantren karena berbagai macam pelanggaran yang dilakukan.

Sebagian kasus yang terjadi, justru anak tersebut yang ingin bersekolah di pondok pesantren. Hal itu didasari ebrabgai alasan. Entah karena mengikuti teman-temannya atau karena kemauan dirinya sendiri. Namun, orang tua tidak mengizinkannya dengan dalih anaknya harus bersekolah di sekolah-sekolah yang berlabel "Negeri" agar nantinya memiliki mata pencaharian yang sesuai dengan keinginan orang tuanya.

Namun, ada kasus yang lebih parah, yaitu ada sebagian orang tua yang berpandangan bahwa pondok pesantren adalah tempatnya anak-anak yang terbuang. Anak yang tidak naik kelas, anak nakal, dan anak-anak yang memiliki masalah di sekolah sebelumnya. Seakan-akan pondok pesantren adalah tempat penampungan anak-anak bermasalah. Seakan-akan pesantren adalah untuk anak-anak sisa. Bahkan sebagian anekdot negatif yang berkembang di masyarakat kita adalah kalimat, “Sekolah yang benar dan jangan nakal. Nanti ayah masukkan pesantren kamu.”

Inilah beragam persepsi orang tua mengenai dunia pesantren. Padahal sejatinya, pesantren merupakan tempat yang paling ideal memasukkan anak yang cerdas. Karena mereka akan menjadi pilar-pilar penerus dakwah. Selain memanga karena dakwah itu sendiri membutuhkan orang-orang cerdas untuk dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat. Mari kita Bayangkan jika yang menjadi penerus dakwah adalah anak-anak yang dikeluarkan dari sekolah karena banyak masalah, atau anak-anak yang kerjanya di sekolah tawuran atau pacaran, atau anak-anak bodoh yang tidak naik kelas. Maka kedepannya dakwah ini akan suram. Oleh karena itu, bagi orang tua yang memiliki anak yang cerdas, sekolahkanlah anak-anak kita di pondok pesantren. Karena islam butuh orang-orang cerdas untuk mendakwahkan agama yang mulia ini. Bukan anak-anak yang kami sebutkan di atas. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita dan anak-anak kita untuk berkhidmat terhadap islam dan kaum muslimin.

 

Penulis Seno Aji Imanulloh, S.S

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Partner Kami