Berkumur dan Istinsyaq Dalam Berwudhu

58

#Serialwudhu BERKUMUR DAN ISTINSYAQ Istinsyaq adalah menghirup (menarik) air ke hidung sampai ke pangkal hidung ( Syarhu muslim, Al Majmu' 1/197 dan Fathul Bari ). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dulu berkumur dan ber-istinsyaq (menghirup) kemudian istintsar (mengeluarkannya, menyemburkan) dalam setiap wudhu. Beliau memotivasi dan menganjurkan untuk melakukan hal ini. Beliau bersabda : ما منكم رجلٌ يقربُ وضوءَه فيتمضمضُ ويستنشقُ فينتثِرُ إلا خرَّتْ خطايا وجهِه وفيه وخياشيمُه "Tidaklah salah seorang dari kalian mendekati air wudhunya kemudian berkumur-kumur dan beristinsyaq dan mengeluarkannya, kecuali akan keluar darinya dosa wajahnya dan dari pangkal hidungnya". ( HR Muslim ). Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk ber-istinsyaq (menghirup) dan istintsar (menyemburkan) : إذا توضأ أحدكم فليستنشق بمنخريه من الماء ثم ليستنثر "Jika salah satu dari kalian berwudhu maka hendaklah ber-istinsyaq (menghirup) dengan kedua lubang hidungnya dengan air kemudian beristintsar-lah (keluarkan)". ( HR Bukhari, Muslim ). Dan Nabi juga bersabda, إذا توضأت فانتثر "Jika kau berwudhu, istintsar-lah ( setelah sebelumnya istinsyaq )". ( HR Tirmidzi dari Salamah bin Qais ) Ulama berbeda pendapat mengenai wajib atau sunnah-nya istinsyaq dan istintsar. Jumhur ulama berpendapat kedua hal ini bukan wajib ( lihat pembahasan detail kitab Shifatu wudhuin nabi, Abu Abdirrahman Abdillah bin Ahmad al Iriyani, Darul Atsar, hal 46-48 ). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lebih menekankan hal ini pada orang yang bangun dari tidurnya : إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأْ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلَى خَيْشُوْمِهِ "Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya berwudhulah dan beristintsarlah tiga kali, karena sesungguhnya syetan bermalam di dalam hidungnya" ( HR Bukhari ). Imam an Nawawi dalam syarh muslim mengatakan bahwa al Qadhi Iyadh mengatakan bahwa syetan itu bermalam di rongga hidungnya dalam arti sebenarnya. Dan ini dikuatkan oleh As Shan'ani di Subulus Salam. Wallahu a'lam. عن ابن عباس قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: اسْتَنْثِرُوْا مَرَّتَيْنِ بَالِغَتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, ”Istintsarlah dua kali atau tiga kali secara bersungguh-sungguh”. (HR Abu Dawud). Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggabungkan antara madhmadhah ( berkumur-kumur ) dengan istinsyaq. Beliau memasukkan separo air ke mulutnya dan separo ke hidungnya dengan 1 telapak tangan, yaitu dengan tangan kanan. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu : ثم أدخل يمينه في الإناء فمضمض واستنثر "Kemudian beliau memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana (untuk mengambil air) kemudian ber-istinsyaq dan istintsar". Dari Ali bin Abu Thalib radhiyallahu 'anhu : أنه دعا بوضوء فتمضمض واستنشق و نثر بيده اليسرى، ففعل هذا ثلاثا، ثم قال هذا طهور نبي الله صلى الله عليه و سلم "Bahwasannya Nabi menyuruh mengambil air wudhu kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq, dan istintsar dengan tangan kirinya. Demikian dilakukan tiga kali. Kemudian beliau berkata : "Seperti inilah wudhunya nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam" ( Shahih An Nasai ). -------- Sumber : • Shifatu Wudhu-in Nabi, Abu Abdirrahman Abdillah bin Ahmad al Iriyani, Darul Atsar • Sifat Wudhu Nabi, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawaz, Media Tarbiyah.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami