Kapan Dianggap Mendapatkan Takbiratul Ihram Bersama Imam?

400

Shalat jamaah mempunyai banyak keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadits. Namun, shalat berjamaah sekaligus mendapatkan takbiratul ihram bersama imam akan menambah keutamaan tersebut. Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى ، كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ : بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ ، وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ

"Barangsiapa shalat untuk Allah Ta'ala selama empat puluh hari berjamaah dan mendapati takbir pertama, maka akan dituliskan baginya dua kebebasan: Bebas dari api neraka, dan bebas dari kemunafikan" (HR At Tirmidzi, dihasankan Al Albani)

Lantas, kapan seseorang dianggap telah mendapatkan takbiratul ihram bersama imam? Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Ia dianggap mendapatinya:

1. Ketika imam takbiratul ihram, maka makmum telah ada di tempatnya, dan ia pun segera bertakbir tanpa menundanya.

2. Ketika imam belum memulai membaca Al Fatihah.

3. Ketika imam membaca Al Fatihah, selama belum selesai membacanya. Ini pendapat Imam Waki'.

4. Selama ia sempat mendapati berdiri bersama imam, maka ia mendapatkan takbiratul ihram.

5. Selama ia mendapati ruku' bersama imam. Dan ini adalah pendapat madzhab Hanafi.

Pendapat yang paling mendekati kebenaran -Allahu a'lam- adalah pendapat pertama, dan inilah madzhab mayoritas ulama dari kalangan Syafi'iyyah, Hanabilah, dan selain mereka.

Penjelasan terbaik dalam hal ini menurut penulis adalah dari Syaikh Ibnu 'Utsaimin, beliau mengatakan:

"Yang sesuai sunnah adalah: Ketika imam bertakbir, maka hendaknya makmum langsung ikut takbir bersamanya sehingga ia mendapatkan keutamaan takbiratul ihram. Karena Rasulullah bersabda:

إذا كبر فكبروا

"Jika imam bertakbir, maka bertakbirlah",

Huruf fa (ف) yang ada dalam hadits tersebut menunjukkan tartib (urutan) dan juga ta'qib (susulan), yakni, ketika imam bertakbir lalu selesai mengucap huruf ra (ر) pada "Allahu Akbar", maka engkau bertakbir dan jangan tersibukkan dengan doa, atau bersiwak, atau mengobrol dengan sebelahmu. Karena hal ini akan menyebabkanmu terluput dari mendapati keutamaan takbiratul ihram."

[Liqa Al bab Al Maftuh 2/192]

Wallahu a'lam bish shawab.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami