MEMBASUH KEDUA TELAPAK TANGAN (Serial wudhu ke 7)

57

#Serial wudhu ke 7

 

MEMBASUH KEDUA TELAPAK TANGAN

Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika hendak berwudhu, beliau membasuh telapak tangannya di awal wudhunya, terkadang dalam sekali tuangan, dua kali atau tiga kali tuangan. Dan beliau menegaskan kembali untuk membasuh kedua telapak tangannya tiga kali sebelum memasukkannya ke dalam wadah wudhu ketika terbangun dari tidurnya. Beliau bersabda :

“Apabila salah satu di antara kalian bangun dari tidurnya maka janganlah ia masukkan tangannya dalam wadah wudhu sampai ia membasuhnya terlebih dulu tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak tahu dimana tangannya semalam "berada" (HR. Bukhari).”

Asy Syaukani rahimahullah dalam Nailul Author (1/220) berkata :

"Hadits ini menunjukkan adanya larangan memasukkan tangan secara langsung dalam wadah wudhu setelah bangun tidur. Ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan bahwa kalimat perintah ini bermakna anjuran. Adapun Imam Ahmad memaknai perintah ini dengan wajibnya (membasuh tangan) saat bangun dari tidur malamnya. Dawud azh Zhohiriy sebagaimana dalam Al Majmu', li Imam An Nawawi, menyatakan bahwa yang rojih adalah sebagaimana zhohir hadits tersebut.

Dalam riwayat yang lain :

"Jika salah satu dari kalian bangun dari tidurnya, maka basuhlah tangannya sebelum memasukkannya ke dalam wadah air wudhu (HR. Bukhari).”

Dan dalam riwayat yang lain :

"Jika salah satu dari kalian bangun dari tidur malamnya, janganlah memasukkan ke dalam wadah air wudhu sampai ia menuangkan (air) ke tangannya dua kali atau tiga kali tuangan, karena sesungguhnya ia tidak tahu dimana semalam tangannya "berada" (HR Abu Dawud, An Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah dan salah satu pendapat imam Ahmad).

Dari beberapa hadits di atas, maka membasuh tangan ini berlaku untuk baik bangun dari tidur siang maupun tidur malam, sesuai illatnya.

_______

Referensi :

  • Shifatu Wudhu Nabiy, Syaikh Abu Abdirrahman Bin Abdullah al Iriyani, terbitan Darul Atsar
  • Penjelasan dari Kajian ustadz Aris Munandar pada kitab tersebut.

 

Kontributor : Wasis Utomo, S.T. hafizhahullah

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami