Puasanya Orang Kafir di Bulan Ramadhan

30

Tak jarang sebagian rekan kita yang beragama nasrani ikut berpuasa dalam rangka solidaritas di bulan Ramadhan. Sebagian lainnya memilih untuk tetap tidak berpuasa karena tidak merasa berkewajiban. Lantas, apa hubungannya dengan kita sebagai seorang muslim? Kenapa kita perlu memperluas wawasan terkait hal tersebut?

Perlu diketahui bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai apakah orang kafir dibebani cabang syariat seperti shalat, puasa, zakat, dsb ataukah tidak? Di antara dalil yang menyatakan hal tersebut adalah:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus" [QS. Al-Bayyinah :5]

Ayat di atas sedang menjelaskan mengenai orang kafir dari kalangan ahli kitab. Sehingga disimpulkan bahwa orang kafir pun termasuk yang diperintahkan untuk melaksakan cabang-cabang syariat.

Namun terlepas dari perbedaan pendapat yang ada, ternyata hal tersebut tidak berdampak pada keadaan mereka di dunia. Berikut penjelasan Syaikh Sa'ad Asy Syatsri:

اتفق العلماء أن الكفار لا يطلبون بفروع الإسلام حال كفرهم، ولا يطلبون بقضائها بعد إسلامهم. والإختلاف في محخاطبة الكفار بالفروع يراد به: هل يعاقب الكافر عقوبة زائدة عن عقوبة الكفر لكونه ترك فروع الإسلام؟ فمن قال بتكليفهم قال بأن العقوبة تزاد عليهم في الآخرة لذلك.

أذا تقرر ذلك فلا يصح للعامي مثلا أن ينكر على الكافر عدم فعل ما أجبه الشارع على المسلمين بناء على هذه القاعدة لأن الإنكار ليس من ثمرات هذه المسألة لأن ثمرتها محصورة بأحكام الآخرة كما سبق

"Para ulama bersepakat bahwa orang kafir tidaklah dituntut untuk melakukan cabang-cabang syariat (semisal shalat, puasa, dll) ketika mereka kafir, dan juga tidak dituntut untuk mengqadha amalan2 tersebut ketika masuk Islam.

Adapun titik yang menjadi perbedaan di antara ulama terkait apakah mereka termasuk yang diperintahkan dalam masalah cabang adalah: Apakah mereka diberi hukuman tambahan akibat meninggalkan cabang2 syariat? Bagi ulama yang berpendapat bahwa orang kafir termasuk yang dibebani cabang syariat, maka mereka berkata bahwa orang kafir akan ditambah hukumannya di akhirat karena meninggalkan cabang syariat.

Maka setelah tahu hal ini, tidak dibenarkan seorang awam mengingkari seorang kafir karena ia tidak melakukan kewajiban2 yang dibebankan kepada kaum muslimin. Karena masalah pengingkaran bukanlah buah dari pembahasan masalah ini, akan tetapi buah dari pembahasan ini terbatas pada hukum nanti di akhirat sebagaimana penjelasan sebelumnya."

[Al Qawa'id Al Ushuliyah wal Fiqhiyah Al Muta'alliqah bil Muslim Ghairil Mujtahid]

Sehingga kesimpulannya, jika mereka berpuasa, maka boleh saja, dan jika tidak berpuasa maka tidak boleh menghalang-halangi mereka untuk tidak berpuasa. Wallahu a'lam.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami