Bersuci di Pesawat

548

Di antara kekeliruan yang dilakukan oleh sebagian jamaah haji dan umrah adalah, mereka melakukan tayammum di pesawat. Padahal tayammum tidak sah dilakukan karena masih ada air yang bisa dipergunakan untuk berwudhu. Selain itu, tayammum juga tidak bisa dilakukan karena ketiadaan debu di dalam pesawat.

Oleh karena itu bagi siapa saja yang mempunyai air yang cukup di luar kebutuhan minum, baik itu air dalam botol minuman maupun di toilet, maka tidak boleh bertayammum. Ia tetap harus berwudhu dengan air yang ada.

Jumlah air yang dibutuhkan tidak banyak, cukup segelas atau setengah gelas air sudah bisa dipakai untuk berwudhu secara sempurna dengan menjalankan yang wajib saja di antara rukun wudhu. Tata caranya adalah sebagai berikut:

a) Membaca basmalah
b) Tuangkan sedikit air ke telapak tangan, cuci kedua tangan secara sempurna dengan air tersebut.
c) Tuangkan kembali sedikit air untuk dimasukkan ke dalam mulut dan hidung secara bersamaan, lalu keluarkan air dari hidung, lalu dari mulut.
d) Tuangkan sedikit air di tangan untuk membasuh seluruh muka.
e) Tuangkan kembali air untuk membasuh tangan dari telapak sampai siku dengan sempurna tanpa menyisakan celah yang kering dari air wudhu, dimulai dari tangan kanan.
f) Tuangkan air untuk membasuh rambut dari depan sampai belakang, kemudian langsung bersihkan kedua telinga dengan sisa air yang ada di tangan tanpa harus mengambil air yang baru.
g) Basuh kedua kaki secara menyeluruh sampai di atas mata kaki, dimulai dari kaki kanan.
h) Semua hal di atas dilakukan cukup satu kali gerakan, tidak perlu sampai tiga kali.

Catatan penting:

Sangat disarankan untuk memakai sepatu di dalam pesawat, karena dengan demikian, kita bisa memanfaatkan rukhshah (keringanan) yang diberikan oleh syariat, yaitu mengusap sepatu dalam berwudhu sebagai ganti membasuh kaki.

Perlu diketahui bahwa mengusap berbeda dengan membasuh. Jika membasuh itu mengharuskan seluruh bagian terkena air, maka mengusap tidaklah mengharuskan demikian. Bagian yang wajib diusap pada sepatu hanyalah bagian atasnya saja. Sehingga tentu saja air yang digunakan lebih sedikit.

Tata caranya adalah, setelah membasuh rambut dan telinga, kita tidak perlu melepas sepatu yang dipakai, cukup dengan mengusap bagian atas sepatu dimulai dari ujung sepatu menuju pangkalnya. Tangan kanan digunakan untuk mengusap kaki kanan, begitu pula tangan kiri untuk kaki kiri, diusap secara bersamaan dan sekali usap tanpa harus mengulang sampai tiga kali.

Syarat bolehnya mengusap sepatu:
a. Sepatu yang digunakan harus full dan tidak berlubang-lubang, serta menutupi mata kaki. Adapun kaos kaki, maka menurut pendapat yang kuat, hukumnya sama dengan sepatu, selama tidak terlalu tipis sehingga kulitnya terlihat.
b. Sebelum memakai sepatu atau kaos kaki harus dalam keadaan suci tanpa hadats. Artinya berwudhu dahulu secara sempurna termasuk membasuh kaki, kemudian baru pakai sepatu.
c. Tidak melepas lagi sepatu yang sudah dipakai setelah berwudhu. Jika sepatu sudah dilepas, maka ia harus kembali berwudhu dengan membasuh kaki, setelah itu sepatu dipakai kembali untuk dapat diusap pada wudhu berikutnya.

Dibolehkan mengusap kerudung bagi wanita sebagai pengganti mengusap rambut. Sebagaimana ulama bersepakat bolehnya mengusap sepatu ketika wudhu, maka sebagian ulama pun membolehkan mengusap imamah bagi laki-laki dan khimar (kerudung) bagi wanita. Ini adalah kemudahan dari syariat yang bisa dimanfaatkan oleh jama’ah wanita, di mana mereka selama ini mengalami kesulitan ketika ingin berwudhu namun tidak didapati ruang tertutup untuk mencegah auratnya terlihat.

Tatacaranya adalah mengusap kerudung dari depan sampai belakang atau sampai pundak dengan sekali usap.

Disarankan untuk berwudhu di tempat duduk. Karena jumlah toilet di pesawat terbatas, maka wudhu dapat dilakukan di tempat duduk masing-masing menggunakan air mineral dalam botol.

Permasalahannya, ditampung di mana air bekas wudhu yang jatuh? Maka hal ini bisa disiasati dengan mengambil handuk atau pakaian bekas untuk ditaruh di pangkuan ketika berwudhu, dengan demikian air jatuh tidak membasahi celana dan juga lantai pesawat terbang. Handuk atau pakaian bekas tadi kemudian bisa dimasukkan plastik yang sudah disiapkan, kemudian dimasukkan ke dalam tas di bagasi kabin.

Demikian penjelasan singkat mengenai tata cara bersuci di dalam pesawat, semoga bermanfaat.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami