Cara Praktis Ihram di Pesawat bagi Laki-laki

540

Pada umumnya, jama'ah haji atau umrah terutama dari negeri kita, tidak akan lepas dari dua jenis rute, yaitu langsung ke Makkah melewati bandara di Jeddah, ataukah ke Madinah dulu baru kemudian ke Mekkah.

Jika seseorang mendarat ke Madinah dulu, maka ia boleh untuk berniat mukim di sana untuk beberapa hari tanpa berihram. Setelah itu baru mengambil miqat di Dzul Hulaifah untuk berihram dan menuju Makkah untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Sedangkan bagi jama'ah yang langsung menuju Makkah melalui Jeddah, maka ia akan melewati miqat sebelum mencapai bandara, yaitu di daerah yang sejajar dengan Yalamlam bagi jama'ah haji kita. Dan tidak diperbolehkan mengambil miqat di Jeddah karena ia bukan termasuk salah satu miqat yang ditetapkan Rasulullah.

Pada dasarnya, ihram itu sendiri adalah niat memasuki ibadah manasik. Akan tetapi ketika seseorang sudah berihram, maka ia wajib mematuhi larangan-larangan dalam ihram, termasuk di antaranya dalam hal berpakaian. Sehingga ketika melewat miqat, selain harus sudah berniat, ia juga sudah harus berpakaian ihram.

Di antara tips dalam berihram di pesawat adalah seorang laki-laki memulai dengan mandi dahulu di bandara, atau dari hotelnya jika memang kesulitan mandi di bandara. Lalu ia memakai kain ihram bagian bawah (izar)-nya tanpa memakai celana dalam, sedangkan bagian atasnya bebas.

Kemudian siapkan kain ihram bagian atas di tas jinjing atau tas punggung yang ia simpan di kabin. Sehingga ketika pilot memberi aba-aba akan melewati miqat, maka ia tinggal melepas bajunya di tempat duduknya tanpa harus mengantri di toilet, lalu berganti baju ihram secara sempurna. Setelah diberi aba-aba telah masuk miqat, ia tinggal mengucapkan ihlal "Labbaika 'umratan" atau yang semisal.

Dengan ini Anda tidak perlu memakai baju ihram dari darat, dan juga tidak perlu melanggar aturan ihram. Semoga bermanfaat.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami