70

Hikmah Empat Bulan Haram

Allah telah mengharamkan empat bulan untuk berperang, 3 bulan yang berturutan - Syawal, Dzulqo’dah, Dzulhijjah - dan 1 bulan di tengah, yaitu Rajab.

{إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ} [التوبة : 36]

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” ( QS At Taubah : 36 ).

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda ;

وعن أَبي بَكْرَةَ نُفَيْعِ بنِ الحارثِ، عن النَّبيِّ ﷺ قَالَ: إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّه السَّماواتِ والأَرْضَ: السَّنةُ اثْنَا عَشَر شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُم: ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو الْقعْدة، وَذو الْحجَّةِ، والْمُحرَّمُ، وَرجُب مُضَر الَّذِي بَيْنَ جُمادَى وَشَعْبَانَ

Dari Abu Bakroh Nufai bin Harits radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya pasa hari Allah menciptakan langit dan bumi, tahun berjumlah dua belas bulan, di antaranya adalah empat bulan haram, tiga di antaranya berurutan Dzulqo’dah, dzulhijjah, dan muharram, dan Rajab menyendiri di antara Jumada tsani dan Sya’ban”. ( Mutafaqun ‘alaihi ).

Dan jaman dahulu, kaum jahiliyyah mengganti dan memutar bulan haram, memajukan/memundurkan serta mendudukan sebagaimana mereka mau. Untuk apa? Supaya bisa mengadakan peperangan atau kegiatan lain yang diharamkan pada bulan-bulan tersebut.

Di antara hikmah 3 bulan berturutan untuk berhaji dan diharamkan Allah dan Rasulnya untuk berperang, adalah karena di bulan dzulhijjah, mereka bisa menunaikan haji dengan rasa penuh keamanan, tanpa takut ada peperangan dan kejahatan yang lain, serta kegiatan lain diharamkan di bulan-bukan tersebut.

Kaum jahiliyyah mengharamkan juga tiga bulan haji yang berturut-turut untuk berumrah, padahal, tentunya, ini tidak dilarang syari’at. Hanya agar supaya orang-orang berumrah di bulan lain supaya kegiatan perdagangan tidak sepi.

Itulah kaum jahiliiyyah, mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Mereka mengganti syariat supaya bisa mencocoki hawa nafsunya, supaya cocok dengan kebutuhannya, dan bukan mencocokan nafsu dan kebutuhan kepada syariat.

Mirip dengan jaman sekarang, orang-orang liberal menghalalkan segala cara untuk mencocoki kebutuhannya, orang kafir diganti dengan istilah non muslim, lebih-lebih lagi di masa tahun politik ini... Allahul musta’an...


——-
Kajian Riyadhus Shalihin, Syarh Syaikh Utsaimin, oleh Ustadz Aris Munandar.

 

_______________
BATIK - Hajj, Umrah and Trading
BAITULLAH TIGA KHARISMA (BATIK TRAVEL)
Jl. kaliurang km 5.5 gg Pandega Mandala

0818-27-1824 | 0821-7886-9292

#baitullahtigakharisma #batikumrahtravel #umroh #umrohsunnah #sunnah #baitullah #umrahsesuaisunnah #umrohjogja #umrohterbaik #umrohterpercaya #haji #madinah #makkah #garudaindonesia #saudiairlines

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami