Hukum Seputar Oleh-Oleh Haji/Umrah

480

Buah tangan menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari setiap perjalanan, tak terkecuali perjalanan haji dan umrah. Setiap kepulangan senantiasa disambut dengan walimah, dan pembagian oleh-oleh dari tanah suci.

Hal ini tentu sesuatu yang baik dan mulia, karena saling memberi hadiah dan oleh-oleh dianjurkan dan merupakan tanda persaudaraan di antara kaum muslimin. Rasulullah bersabda
 
تهادوا تحابوا

"Hendaknya kalian saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai" [HR Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad]
 
Oleh karena itu, bagi yang memiliki kelapangan harta hendaknya membelikan oleh-oleh yang mempunyai manfaat dunia terlebih manfaat akhirat bagi keluarganya dan teman-temannya di tanah air. Di antara yang bermanfaat tersebut semisal air zamzam, mushaf Al Quran, buku-buku hadiah dari pemerintah Arab Saudi, kurma, baju muslim, atau mainan anak-anak.
 
Sedangkan bagi yang uangnya terbatas, hendaknya bisa memilah oleh-oleh yang dibeli, utamakan dari yang memberi manfaat akhirat dahulu. Jangan sampai merasa terbebani dengan keharusan membeli oleh-oleh karena khawatir digunjing oleh orang jika tidak banyak yang dibeli.
 
Para ulama melarang menerima pemberian orang karena terpaksa, malu, dan khawatir celaan, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar Al Haitami:
 
لو طلب من إنسان أن يهبه مالاً في ملأ من الناس فاستحيى منهم أن لا يعطيه وكان يود أن يكون في خلوة فلا يعطيه فوهب له لم يحل له ذلك ... وكذا كل من وهب له اتقاء شره أو شر سعايته
 
"Seandainya seseorang meminta suatu harta untuk dihibahkan ke dirinya di depan umum, lalu ia malu untuk tidak memberinya, sedangkan jika ia berharap andai saja ia di tempat sepi sehingga ia bisa menolaknya, maka ia pun memberinya, maka tidak halal baginya... Demikian pula untuk setiap pemberian yang disebabkan takut akan keburukannya atau kejelekan komentarnya."
 
[Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubra jilid 3 hal 363-364]
 
Maka hendaknya keluarga yang ditinggalkan tidak mengisyaratkan tuntutan oleh-oleh yang membebani orang yang berhaji/umrah, dan sebaliknya, para jamaah haji pun hendaknya membeli oleh-oleh sesuai kerelaan hatinya tanpa ada perasaan terpaksa. Allahu a'lam.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami