Ihram di Pesawat Sebelum Sampai Garis Miqat

573

Jika seseorang berihram di darat, maka dia bisa dengan tepat berihram di miqat sesuai tempat asalnya, tanpa melewatinya sedikitpun atau mendahuluinya. Karena dia bisa berhenti di situ dan mengikrarkan niat memasuki manasik haji/umrah.

Lain halnya jika seseorang berihram dari pesawat. Pada hakikatnya, seseorang hampir tidak bisa berihram tepat di miqat. Hal ini karena pesawat tidak bisa berhenti di tengah-tengah udara, dan terus melaju dengan kecepatan ratusan kilometer per jam. Sedangkan miqat itu sendiri kadang hanya berupa suatu lembah atau gunung yang area-nya tidak seberapa, maka ia hanya terlewati dalam hitungan detik saja.

Walhasil, pilihannya hanya ada dua:
- Berihram setelah mendapat aba-aba melewati garis miqat, dengan konsekuensi akan terkena dam.
- Berihram sesaat sebelum melewati miqat yang hukumnya makruh.

Konsekuensi yang pertama lebih berat daripada yang kedua, maka yang dianjurkan adalah memilih yang kedua, yaitu ihram sebelum miqat. Dan hukum makruh ini hilang dengan adanya kebutuhan, sebagaimana kaidah:

الْكَرَاهَةُ تَزُوْلُ بِالْحَاجَةِ

"Makruh itu terangkat dengan adanya hajat"

Sehingga berihram di pesawat sebelum mencapai garis miqat dibolehkan dan tidak makruh, bahkan itulah yang dianjurkan. Allahu a'lam bish shawab.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami