Jangan Sekedar Ikut-Ikutan

85

Di antara kebiasaan buruk jamaah haji/umroh adalah budaya taklid atau sekedar ikut-ikut ritual sesama orang yang sedang umrah. Ketika ada yang mengusap-usap Ka'bah selain Rukun Yamani, mereka ikut-ikutan. Ketika ada yang dzikir dengan komando keras-keras, ikutan juga. Dan sebagainya.

Ternyata hal ini telah diwanti-wanti sejak dulu oleh Imam Nawawi -rahimahulah-. Beliau mengatakan:

وربما قلد كثير من الناس بعض عوام مكة ، وتوهم أنهم يعرفون المناسك ، فاغتر بهم ، وذلك خطأ فاحش

"Dan barangkali tidak sedikit manusia yang ikut-ikutan penduduk Makkah yang awam, dikiranya mereka mengerti manasik haji/umroh sehingga membuat orang-orang itu terperdaya. Ini adalah kesalahan yang tidak sepatutnya terjadi."

[Al Idhah fi Manasik Al Hajj wal 'Umroh]

Oleh sebab itu beliau mengatakan, hukum mempelajari manasik haji adalah fardhu 'ain, karena tidak sah ibadahnya jika tidak mengilmuinya dulu. Dan dianjurkan untuk membawa buku manasiknya, dibaca di perjalanan, tidak modal ikut-ikutan saja padahal tidak ada dasarnya.

Semoga kita termasuk orang yang mengilmui apa yang akan kita amalkan, dan mengamalkan apa yang telah kita ilmui.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami