Mengenal Al Hathim, Salah Satu Bagian Ka'bah

146

Tidak banyak yang mengetahui istilah ini. Ia adalah tembok setengah badan yang melengkung di sisi utara Ka'bah, antara rukun Syami dengan rukun 'Iraqi. Orang lebih mengenalnya dengan sebutan Hijir, atau Hijir Isma'il. Namun yang lebih tepat, Hijir adalah area yang dilingkupinya, sedangkan temboknya disebut dengan Al Hathim (الحطيم).

Disebut dengan Hathim dari kata hathama yang artinya rusak atau patah, karena dahulu area tersebut rusak kemudian dibangun kembali namun tidak utuh karena kekurangan biaya, sehingga menjadi seperti yang saat ini terlihat.

Adapun penamaan hijir Ismail, berasal dari anggapan bahwa Nabi Ismail dikuburkan atau dibaringkan di tempat tersebut. Namun hal ini tidak didukung oleh riwayat yang valid, sehingga lebih tepat menyebutnya sebagai hijir saja.

Hukum yang terkait dengan hathim atau hijir Ismail

Hijir termasuk bagian dari Ka'bah, sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:

سألت النبي صلى الله عليه وسلم عن الجَدْر أمن البيت هو ؟ قال نعم . قلت : فما بالهم لم يدخلوه في البيت ؟ قال إن قومك قصرت بهم النفقة

"Aku bertanya kepada Nabi -sallallahu alaihi wa sallam- tentang dinding (yaitu hathim/hijir) apakah ia termasuk Ka'bah?" Beliau menjawab, "Ya"

Aku bertanya, "Kenapa mereka tidak memasukkannya ke dalam bangunan?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya kaummu kekurangan dana ketika membangunnya."

(HR Al Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu,

1. Seseorang harus thawaf di luar Hijir, dan tidak dibolehkan untuk menerobosnya atau bahkan sekedar memasukkan sebagian anggota tubuhnya ke dalam area tersebut atau ke tembok hathim ketika thawaf. Seandainya seseorang melakukan hal itu, maka putaran thawafnya batal atau tidak terhitung satu putaran.

2. Berkenaan dengan itu pula, orang yang shalat di dalam hijir terhitung shalat di dalam Ka'bah.

Wallahu a'lam.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami