Perbedaan Antara Keharaman Makkah dan Madinah

351

Meskipun kota Madinah telah dijadikan tanah haram oleh Nabi, sebagaimana hadits:

إن إبراهيم حرّم مكّة ودعا لها، وحرّمْتُ المدينة كما حرم إبراهيم مكة

"Sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Makkah sebagai tanah haram dan mendoakannya, maka aku menjadikan Madinah sebagai tanah haram sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tanah haram" (HR Al Bukhari dan Muslim)

Namun terdapat beberapa perbedaan antara hukum-hukum seputar tanah haram di kota tersebut dengan hukum tanah haram Mekkah, di antaranya:

1. Dibolehkan memotong pohon yang ada di Madinah selama ada hajat yang mengharuskan untuk itu, seperti untuk perlengkapan tunggangan, pertanian, dan semisalnya. Sebagaimana dibolehkan ketika ada hajat, mengambil rerumputan di dalamnya untuk memberi makan ternak, berdasarkan sabda Nabi:

ولا يصلح أن يقطع منها شجرة إلا أن يعلف رجل بعيره

"Tidak boleh memotong pohon di dalamnya kecuali seseorang yang memberi makan untanya" (HR Abu Dawud)

Sedangkan di Makkah, tidak boleh mengambil apapun kecuali idzkhir sebagaimana disebutkan dalam hadits.

2. Siapa yang membawa masuk binatang buruan ke kota Madinah, maka dia boleh menahannya dan menyembelihnya di sana. Sedangkan jika seseorang memasukkan binatang buruan di luar tanah haram ke dalam kota Makkah, maka tidak boleh menahannya di dalamnya.

3. Meskipun sama-sama berdosa jika berburu binatang di kedua tanah haram tersebut, namun jika hal itu dilakukan di Madinah, maka tidak ada jaza' (ganti) atas binatang buruan tersebut. Berbeda halnya dengan di Makkah, maka harus diganti.

4. Masuk ke kota Madinah tidak harus berihram, berbeda halnya dengan masuk kota Makkah yang wajib dalam keadaan ihram bagi siapa saja yang ingin haji atau umrah.

5. Orang nonmuslim dibolehkan masuk ke kota Madinah untuk suatu keperluan sementara dan bukan untuk menetap. Berbeda dengan kota Makkah yang sama sekali terlarang bagi orang kafir untuk memasukinya. Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا

"Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, karena itu janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini." (QS At Taubah 28)

6. Hukum luqathah (barang temuan) di Madinah tidak seperti di Makkah yang mana tidak boleh dimiliki dan wajib mengumumkannya selamanya. Luqathah di Madinah sama dengan kota lainnya.

Diambil dari kitab Al Fiqh Al Muyassar, jilid 2, Kitabul Hajj wal 'Umrah, waz Ziyarah cet. keempat tahun 1439 H/2018 M, halaman 105.

Demikian secara ringkas perbedaan antara hukum tanah haram Makkah dan Madinah, semoga bermanfaat.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami