Sejarah Mas'a (Tempat Sa'i)

19

Secara bahasa, mas'a (مسعى) artinya tempat untuk melakukan sa'i (السعي), yaitu salah satu kegiatan dalam manasik haji dan umrah berupa berjalan dari bukit Shafa menuju Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali.

Dahulunya, Shafa dan Marwah merupakan dua bukit yang dilalui Hajar ibunda Isma'il 'alaihissalam dalam rangka mencari makanan untuk putra beliau. Waktu berlalu sampai masa Jahiliyah, dimana ketika itu tempat tersebut digunakan oleh orang-orang untuk memajang berhala dan menyebut-nyebut nama berhala-berhala mereka ketika Sa'i.

Sebagian kaum muslimin pun menjadi enggan untuk melakukan sa'i lantaran hal tersebut. Kemudian Allah menurunkan ayat:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

"Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah bagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui." (QS Al Baqarah 158)

Di masa Islam dan Khulafaur Rasyidin, area Mas'a banyak dijejali dengan rumah dan pedagang sehingga mengganggu proses Sa'i. Oleh karena itu Khalifah 'Umar ibnul Khaththab membeli rumah-rumah di sekitarnya untuk dibebaskan untuk memberi kenyamanan pada jama'ah haji yang melakukan sa'i.

Pada masa dinasti 'Utsmaniyah, gubernur Mekkah ketika itu, Syarif Hussein bin 'Ali memberi atap pada sebagian Mas'a. Kemudian setelah dua tanah suci dikuasai oleh Raja Abdul Aziz bin Sa'ud, atap tersebut disempurnakan menjadi lebih menyeluruh. Dan ketika perluasan Masjidil Haram di tahun 1975, Mas'a dimasukkan ke dalam bagian masjid.

Hingga pada saat ini, Mas'a telah dilengkapi dengan lantai putih, termasuk bukit Shafa dan Marwah dengan tetap menyisakan napak tilas dua bukit tersebut. Mas'a juga dibangun dua lantai untuk mengakomodasi jumlah jama'ah haji yang semakin besar tiap tahunnya.

Semoga Allah senantiasa menjaga dua tanah suci. Aamiin.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami