Kisah Elang Mencuri Perhiasan

26

Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari (439) dari Ibunda 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- bahwasanya beliau bercerita tentang seorang budak perempuan hitam milik sekelompok orang Arab. Ia dimerdekakan namun masih tinggal bersama mereka.

Suatu hari ada seorang anak perempuan dari mereka yang keluar dengan memakai perhiasan semacam syal yang disusun dari permata. Kemudian perhiasan itu diletakkan atau terjatuh di tanah.

Saat itu lewatlah seekor hudayyah (elang kecil) sedangkan perhiasan tadi terlempar di tanah. Maka elang itu mengiranya daging sehingga ia sambar perhiasan tersebut.

Orang-orang mencari perhiasan itu namun tidak menemukannya. Kemudian mereka menuduh mantan budak tersebut dan memeriksa tubuhnya sampai kemaluannya pun ikut diperiksa.

Sang mantan budak bercerita: "Demi Allah, aku masih bersama mereka saat elang itu lewat kemudian menjatuhkan perhiasan yang ia sambar tadi di depan mereka. Lalu aku katakan: Inilah yang kalian tuduhkan padaku! Dan aku berlepas diri darinya, lihatlah!"

Maka mantan budak itu kemudian pergi ke Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- lalu masuk Islam.

'Aisyah berkata: Wanita itu punya sebuah kemah di masjid, dan sering mengobrol denganku. Tidaklah ia duduk denganku melainkan ia lantunkan syair:

وَيَوْمَ الْوِشَاحِ مِنْ أَعَاجِيبِ رَبِّنَا
أَلَا إِنَّهُ مِنْ بَلْدَةِ الْكُفْرِ أَنْجَانِي

"Dan di hari terjatuhnya perhiasan itu Rabbku menakjubkanku..

Itulah hari dimana Dia selamatkan aku dari kekafiran.."

Faidah dari kisah ini:

1. Hudayyah (sejenis elang) termasuk lima binatang fasik yang boleh dibunuh di tanah halal atau haram, selain tikus, kalajengking, gagak, dan anjing galak.

2. Allah menolong orang yang terzhalimi walaupun dia kafir.

3. Peristiwa yang tidak disukai justru sering memberikan hikmah dan faidah yang besar, dalam hal ini wanita itu justru mendapatkan hidayah Islam melalui peristiwa tersebut.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Lihat semua

Berita

Partner Kami