Allah Lebih Tahu Darimu

183

Di antara ayat Al Quran yang sangat penting untuk kita tadabburi bersama adalah firman Allah Ta'ala:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah: 216)

Ayat ini mengandung perintah untuk berperang, yang mana itu adalah sesuatu yang secara tabiat tidaklah disukai oleh siapapun, karena mengandung kesusahan, perpisahan dengan orang-orang yang dicintai, kehilangan harta benda, bahkan kematian.

Akan tetapi Allah mengingatkan kepada kita bahwa Dia lebih mengetahui dari kita, bahwa dalam syariat berperang itu terdapat kebaikan-kebaikan yang tidak kita sadari. Di antaranya adalah dengan berperang, kita bisa tercegah dari penjajahan, atau hilangnya agama kita karenanya, atau hal-hal lainnya yang akan timbul seandainya kita tidak berperang. Sebagaimana kita saat ini belum tentu berada dalam kenikmatan Islam seandainya dulu para pendahulu kita memilih untuk tidak berperang kepada penjajah.

Mempercayai bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi kita merupakan bagian dari keimanan terhadap rububiyah Allah, di mana Allah menetapkan syariat ini pasti tidak lepas dari keluasan ilmu-Nya tentang ciptaan-Nya sendiri.

Hal ini juga merupakan cabang dari keimanan terhadap takdir, ketika seseorang meyakini bahwa setiap yang menimpanya merupakan ketetapan Allah yang dilandasi oleh ilmu Allah yang sempurna akan kebaikan dan keburukan yang menimpa seorang hamba.

Sehingga, tidak ada jalan lain bagi seorang muslim kecuali ia harus menyerahkan akalnya ketika Allah telah menetapkan syariat tertentu, atau Allah menetapkan takdir tertentu.

Di antara contoh syariat yang Allah sebutkan mengandung kebaikan bagi kita misalnya syariat qishash. Allah Ta'ala berfirman:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاْ أُولِيْ الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Dan dalam qishash itu terdapat kehidupan, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa." (QS Al Baqarah: 179)

Dalam ayat di atas Allah mengajak kita untuk berpikir bahwa syariat qishash, walaupun di dalamnya terdapat hukum bunuh, namun itu justru akan melindungi kelangsungan hidup orang yang lebih banyak, karena efek jera yang ditimbulkan kepada pembunuh dan kepada orang-orang yang bermudah-mudahan dalam menumpahkan darah.

Dan masih banyak syariat lain, baik yang Allah dan Rasul-Nya sebutkan manfaatnya maupun yang tidak, namun kita tetap harus beriman sepenuhnya bahwa Allah lebih mengetahui dari kita mengenai apa yang Dia tetapkan, baik berupa hukum syariat maupun berupa takdir.

Wallahu Ta'ala A'lam.

diposting oleh : Admin PT. Batik

Layanan Kontak

Alamat

Email

Hotline

Partner Kami