Agar Bisnis Online Lebih Berkah [Bagian 4]

Pada artikel berseri sebelumnya, kita sudah membahas 2 kaedah yang mesti diketahui oleh pedagang online.

Kini, kita akan beranjak ke kaedah yang ke tiga yang akan membahas seputar :

“Syarat menjual kembali barang hasil kulakan.”

Sobat Batik Travel,
Kita tidak diperkenankan menjual suatu barang kulakan sampai memenuhi dua kriteria:

(1) Kita telah memilikinya,
(2) Kita telah melakukan serah terima dengan pemilik pertama, sehingga barang tersebut 100% telah menjadi tanggung jawab kita.

Dalilnya?

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

من إتباع طعاما فلا يبعه حتي يقبضه

“Barangsiapa yang membeli makanan atau bahan makanan maka janganlah dia menjual kembali sampai ada qabdh.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar)

yang dimaksud Qabdh, adalah serah terima.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

عن عمرى بن شعيب عن أبيه عن جدّه قال نهى رسول الله صلي الله عليه و سلم عن سلف و بيع و عن شرطين في بيع واحد و عن بيع ما ليس عندك و عن ربح ما لم يضمن

“Dari ‘Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, Abdullah bin Amr bin al Ash, Rasulullah melarang utang piutang yang bercampur dengan jual beli, jual beli ‘inah, MENJUAL BARANG YANG TIDAK DIMILIKI dan keutungan tanpa ada kemungkinan untuk rugi.” (HR. Abu Daud, hasan shahih)

Apa alasannya; mengapa kok menjual barang kulakan sebelum ada serah terima dengan pemilk pertama kok dilarang?

Simak di materi berikutnya.. Insya Allah…

Bersambung…

Ditulis oleh: Erlan Iskandar, S.T.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *