Visa umroh 2026 resmi dibuka kembali dan ini adalah momen yang sudah ditunggu-tunggu jutaan calon jamaah dari seluruh Indonesia, termasuk Anda yang selama ini menahan niat karena menunggu kepastian jadwal.
Setelah hampir tiga bulan penerbitan visa umroh 2026 ditangguhkan selama musim haji 1447H, pemerintah Arab Saudi secara resmi membuka kembali pemrosesan visa umroh untuk musim baru 1448H mulai 1 Juni 2026 (bertepatan 15 Dzulhijjah 1447H).
Keberangkatan paling awal dari Indonesia umumnya bisa terlaksana mulai pertengahan Juni hingga awal Juli 2026 setelah travel umroh resmi menyelesaikan kontrak hotel dan slot penerbangan musim baru.
Artinya, pintu menuju Tanah Suci kini terbuka lebar. Pertanyaannya, apakah Anda sudah siap?
Mengapa Visa Umroh 2026 Sempat Ditutup?
Bagi yang baru pertama kali merencanakan umroh, mungkin ada pertanyaan, kenapa visa umroh bisa ditutup sementara?
Ini bukan kebijakan mendadak. Setiap tahun, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menghentikan penerbitan visa umroh 2026Β dan visa umroh di tahun-tahun sebelumnya selama periode persiapan dan pelaksanaan ibadah haji. Alasannya sederhana namun sangat masuk akal, Makkah dan Madinah tidak bisa menampung dua arus jamaah besar secara bersamaan.
Selama jeda ini, seluruh kapasitas imigrasi, transportasi, akomodasi, dan layanan kesehatan di Arab Saudi difokuskan untuk melayani jutaan jamaah haji dari lebih dari 180 negara di seluruh dunia. Begitu puncak haji selesai, sistem kembali dibuka dan umroh musim baru pun dimulai.
Pembukaan visa umroh 2026 musim 1448H ini memberi peluang bagi Anda untuk berangkat mulai pertengahan 2026 hingga menjelang musim haji 1448H di tahun 2027.
Siapa yang Menerbitkan Visa Umroh?
Ini pertanyaan penting yang sering diabaikan calon jamaah.
Visa umroh diterbitkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,Β secara resmi melalui Kementerian Luar Negeri (MOFA / Ministry of Foreign Affairs) Arab Saudi, yang bekerja sama dengan sistem digital Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Saudi.
Namun, jamaah dari Indonesia tidak bisa mengajukan visa umroh secara langsung ke Arab Saudi secara individual. Berdasarkan regulasi yang berlaku saat ini, pengajuan visa umroh untuk WNI harus melalui jalur resmi, yaitu:
Melalui Travel Umroh Berizin PPIU
PPIU adalah singkatan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, izin resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (sebelumnya Kementerian Agama) kepada biro perjalanan ibadah umroh yang memenuhi syarat ketat.
Hanya travel yang sudah mengantongi izin PPIU yang memiliki akses ke sistem Nusuk Arab Saudi, yang menjadi pintu utama pengajuan dan penerbitan visa umroh secara digital.
Inilah mengapa memilih travel umroh yang benar-benar berizin PPIU bukan sekadar formalitas, ini menyangkut kepastian visa Anda bisa diproses atau tidak.
Bagaimana Alur Penerbitan Visa Umroh
Berikut tahapan lengkap proses penerbitan visa umroh 2026 yang dilakukan oleh travel umroh resmi (PPIU) dari awal hingga visa terbit di tangan jamaah:
1. Pendaftaran & Pengumpulan Dokumen
Jamaah mendaftar ke travel, memilih paket dan jadwal keberangkatan, lalu menyerahkan seluruh dokumen yang diperlukan. Ini adalah tahap paling kritis karena satu dokumen yang kurang atau salah bisa menghambat seluruh proses.
2. Verifikasi Internal oleh Travel
Tim travel melakukan verifikasi menyeluruh terhadap setiap dokumen, mengecek ejaan nama di paspor, kesesuaian data, masa berlaku, dan kelengkapan berkas. Travel yang profesional akan teliti di tahap ini untuk mencegah penolakan otomatis dari sistem Saudi.
3. Pengajuan ke Muasasah & Penerbitan MOFA
Travel mengajukan data jamaah ke muasasah (mitra resmi di Arab Saudi), yang kemudian memproses penerbitan MOFA (Ministry of Foreign Affairs), surat konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Saudi yang berisi data diri jamaah. MOFA berlaku selama 15 hari dan menjadi dasar pengajuan visa.
4. Input Data ke Sistem Nusuk
Travel memasukkan data jamaah beserta pemesanan hotel ke dalam platform Nusuk, sistem digital resmi milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Travel dengan akses langsung ke sistem Nusuk dapat memproses tahap ini dalam 2-3 hari kerja.
5. Validasi & Penerbitan Visa Digital
Sistem Nusuk melakukan validasi otomatis. Jika semua data valid, visa umroh akan diterbitkan dalam format e-visa (visa elektronik) dalam waktu 3-7 hari kerja. Saat ini visa umroh tidak lagi ditempel secara fisik di paspor, melainkan berbentuk dokumen digital yang bisa disimpan di ponsel atau dicetak.
6. Penyerahan Visa kepada Jamaah
Travel menyerahkan soft copy e-visa kepada jamaah, biasanya disertai dokumen pendukung lain seperti asuransi perjalanan, kartu identitas jamaah, dan buku panduan ibadah.
Catatan penting: Pengajuan visa tidak boleh dilakukan terlalu jauh dari tanggal keberangkatan, karena visa memiliki masa berlaku. Koordinasikan jadwal keberangkatan Anda dengan travel sejak awal agar penerbitan visa bisa tepat waktu.
Berapa Lama Masa Berlaku Visa Umroh 2026?
Berdasarkan ketentuan yang berlaku saat ini, visa umroh 2026 berlaku selama 90 hari (3 bulan) sejak tanggal penerbitannya. Dalam rentang waktu itu, jamaah harus sudah memasuki wilayah Arab Saudi.
Setelah tiba di Saudi, jamaah diperbolehkan tinggal sesuai dengan durasi yang tertera dalam visa, umumnya hingga masa berlaku habis.
Implikasinya bagi calon jamaah, jangan biarkan visa sudah terbit tapi jadwal keberangkatan belum pasti. Koordinasikan tanggal dengan travel sebelum visa diajukan, bukan setelahnya.
Syarat Dokumen Visa Umroh yang Wajib Disiapkan
Agar proses penerbitan visa umroh 2026 berjalan lancar, berikut dokumen-dokumen yang wajib disiapkan jauh sebelum tanggal keberangkatan:
1. Paspor Aktif
Paspor harus masih berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan yang direncanakan. Selain itu, nama di paspor harus terdiri dari minimal 2 suku kata. Jika nama Anda hanya satu kata, perlu ditambahkan nama ayah, dan proses ini memerlukan pengurusan ulang di kantor imigrasi.
Contoh praktis: Jika Anda berencana berangkat Oktober 2026, paspor harus berlaku setidaknya hingga April 2027.
2. Pas Foto Biometrik
Foto terbaru ukuran 4Γ6 dengan latar belakang putih, wajah terlihat jelas, tidak memakai kacamata, dan tidak menggunakan aksesori yang menutupi wajah. Foto harus memenuhi standar biometrik yang ditetapkan sistem Saudi.
3. Sertifikat Vaksin
Vaksinasi meningitis dan polio adalah syarat wajib penerbitan visa umroh 2026 dan tidak bisa dilewati. Vaksin harus dilakukan paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan, dan sertifikat resmi dari fasilitas kesehatan yang ditunjuk (KKP/Kantor Kesehatan Pelabuhan) harus diserahkan ke travel.
4. Bukti Pemesanan Hotel
Reservasi hotel di Makkah dan/atau Madinah yang sudah terdaftar dan terverifikasi dalam sistem Nusuk menjadi bagian dari berkas pengajuan visa. Travel umroh resmi yang memiliki allotment hotel sendiri di Saudi biasanya dapat memproses bagian ini lebih cepat.
5. Tiket Pesawat (Pulang-Pergi)
Bukti tiket penerbangan ke dan dari Arab Saudi perlu disertakan sebagai bagian dari dokumen perjalanan.
6. Dokumen Kependudukan
KTP yang masih berlaku, Kartu Keluarga, dan buku nikah (untuk jamaah perempuan yang berangkat bersama suami/mahram).
Cara Mendaftar Umroh Musim 1448H Bersama Batik Travel
Batik Travel (PT. Baitullah Tiga Kharisma) adalah travel umroh dan haji khusus berizin resmi yang berpusat di Yogyakarta, dengan izin PPIU yang dapat diverifikasi melalui aplikasi resmi Kementerian Haji dan Umrah RI.
Dengan pengalaman memberangkatkan lebih dari 15.000 jamaah, Batik Travel melayani seluruh proses pengurusan visa umroh 2026Β dari pengumpulan dokumen, verifikasi data, input ke sistem Nusuk, hingga visa digital terbit dan diserahkan kepada jamaah.
Jadwal keberangkatan umroh musim 1448H sudah tersedia. Untuk mengetahui kuota yang masih tersedia, Anda dapat melihat jadwal umroh musim 1448H atau konsultasi langsung dengan tim Batik Travel.