Buka Puasa dengan Kurma Ajwa, Sunnah?

“Bro, sebentar lagi adzan Maghrib, nih! Mau buka puasa pakai apa nih?”

“Ada kurma dan air putih kok di kos.”

“Masa cuma sama itu?? gak terasa banget lah, brooo…”

“Hehe… gitu-gitu ada keutamaannya lho! Upaya ngikuti kebiasaan Nabi kita juga, ini!”


Bismillah…
Tidak dapat dipungkiri bahwa menahan lapar dan haus selama kurang lebih setengah hari bukanlah hal yang ringan untuk dilakukan oleh sebagian orang.
Sehingga orang-orang memutuskan untuk berbuka puasa dengan menu makanan yang segar dan bermacam-macam.
Padahal Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan terbaik kita juga memiliki menu favorit dalam berbuka puasa.

Berikut kami mencoba menjelaskan kebiasaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memilih makanan berbuka:

Menu Kebiasaan Nabi saat Buka Puasa

Kita sering mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang berbuka puasa berikut :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3164. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Berdasarkan hadits tersebut dapat diketahui bahwa salah satu kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berbuka puasa dengan memakan kurma.
Beliau juga tidak mengkhususkan di kelompok kurma tertentu, disebutkan beliau mendahulukan ruthab dibanding tamr.
Apabila tidak terdapat kurma, beliau cukup berbuka dengan seteguk air.

Kurma Ajwa dan Keutamaannya

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْعَجْوَةُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَهِيَ شِفَاءٌ مِنَ السُّمِّ

Kurma Ajwa itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun.” (HR Ibnu Majah no. 3453,  Ahmad III/48, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Imam Ibnul Qayyim memberikan komentar terhadap hadits tersebut:

“Yang dimaksud dengan kurma Ajwa disini adalah kurma Ajwa Al-Madinah, yakni salah satu jenis kurma di kota itu, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Bentuknya amat bagus, padat, agak keras dan kuat, namun termasuk kurma yang paling lezat, paling harum dan paling empuk.” (Ath-Thibb An-Nabawy oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hal. 331, cet. Maktabah Nizaar Musthafa Al-Baaz)

Menimbang adanya keutamaan kurma Ajwa, sebagian ulama memberikan penjelasan tambahan terkait menu berbuka dengan kurma ajwa.

Seperti yang dijelaskan oleh Syaikh Ibrahim al-Bajuri dalam kitabnya:

قوله : ( ويسن أن يفطر على تمر ) ، ويقدم عليه الرطب ، وفي معناه : العجوة ، ثم البسر

“Disunnahkan untuk berbuka dengan tamr (kurma kering), dan didahulukan ruthob (kurma muda) bila ada, atau ajwa atau kemudian busr (kurma yang lebih muda dari pada ruthob).” (Hasyiyah al-Bajuri, jilid 2, hal. 425, penerbit Darul Minhaj)

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi juga menjelaskan di kitabnya:

ويسن أن يفطر على تمر إن لم يعارضه من التعجيل ، وإلا راعاه ويقدم على التمر رطب أو عجوة أو بسراً

“Disunnahkan untuk berbuka dengan tamr jika tidak ada yang lain, jika tidak (yaitu ada kurma yang lain), maka didahulukan sebelum tamr adalah ruthob, atau ajwa atau busr.” (Qutul Habib, hal.179, penerbit DKI)

Oleh karena itu terkumpul 2 keutamaan dalam berbuka puasa dengan kurma Ajwa, yaitu:

  1. Mencocoki Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mendahulukan kurma sebagai menu berbuka puasa,
  2. Kurma ajwa merupakan buah dari surga dan dapat menjadi obat dari racun.

Demikian kutipan sebagian ulama Syafi’iyyah menjelaskan sunnahnya berbuka puasa dengan kurma Ajwa.
Semoga bermanfaat.

Butuh kurma, zam-zam atau makanan kebiasaan Nabi lainnya?

Ditulis oleh: Wasis Utomo
Dijelaskan oleh: Ustadz Agus Abu Husain, Pengajar Ma’had Darussalam Yogyakarta.

Referensi: almanhaj.or.id

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *