Hikmah dari Kelezatan Es Krim

“Hikmah adalah barang hilangnya orang beriman.”
Kata para ulama, hadits ini riwayatnya lemah, namun maknanya benar.
Memanglah benar, kita mesti menggali hikmah, agar keimanan kita senantiasa bertambah.
Bismillah,
Kali ini kita kan coba untuk menghikmahi tentang Ice Cream.

Pertama,

Di sini, di dalam dunia eskrim, terasa sekali bahwa kehidupan hanyalah sekejap.

Tidak murahnya harga sehingga membuat apa yang sudah ada di hadapan,
apa yang sudah berada dalam genggaman tangan, harus dinikmati sebelum meleleh, mencair dan menghilang kenikmatannya.
Ya begitulah pula dunia.
Singkatnya waktu…
Sekejapnya hidup, harus dimaksimalkan dengan banyak menanam amal kebaikan, agar kelak bisa panen berkelimpahan.
Jauh-jauh hari, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah mengumpamakan kita seperti seorang musafir yang berteduh dibawah pohon kan?

Kedua,

Di sini, di dalam dunia eskrim, setiap rasa harus teresapi dan terhayati.
Beraneka ragam corak rasa dari sepotong eskrim seolah mengajarkan kita satu hal;
Manisnya susu vanilla, atau pahit yang menjelma coklat, atau berupa butir kacang berakibat jerawat.
Semua harus terhayati, semua harus ternikmati.
 
Begitu pun akan kehidupan.
Pahitnya perjuangan,
Manisnya kesuksesan
adalah corak rasa yang punya keunikan di tiap sensasinya.
Yang kesemua itu harus dihayati dan diresapi.
 
Sempat hadir di benak kami bunyi hadits,
Sungguh menakjubkan urusan seorg mu’min. Yang demikian hanyalah bagi mu’min. Bila mendapat nikmat, ia bersyukur, Bila tertimpa musibah, ia bersabar.
 
Pun, Syaikh Muhammad At Tamimi pun mendoakan kepada para pembacanya dengan redaksi yang demikian di dalam mukaddimah kitabnya; Ushul tsalatsah.

Ketiga,

Dibalik dunia yang begitu menyesakkan;
Sempitnya kehidupan,
Menumpuknya tugas kantor dan kerjaan,
Capaian prestasi yang ditargetkan,
Hutang yang kian bercabang,
Gelar beragam yang jadi acuan,
dan jatuh bangunnya segala perih perjuangan…
 
Dibalik kepenatan itu semua, ternyata masih ada dunia selembut gumpalan es yang berbalut aneka rasa.
Siapapun bisa menikmatinya, siapapun bisa menjamahnya.
Kapanpun waktunya asalkan ada selembar nomimal berangka di kantong kita.
🙂
 
Dibalik kepenatan itu semua, ternyata masih ada “hikmah” yang akan membuat dunia kita menjadi lapang, perasaan jadi senang dan hati kian tenang.
 
Kadang, kita mesti belajar dari hal yang kecil untuk menjadi besar..
Karena dari hal yang kecil bisa jadi besar..
Buktinya? Karena eskrim yang kecil, badan kita bisa jadi besar .”
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *